Showing posts with label daerah didik. Show all posts
Showing posts with label daerah didik. Show all posts

Dosen UI Gelar Camping Anak Berkebutuhan Khusus

Beji , Depok Terkini

Dosen Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menginisiasi program pengabdian masyarakat bertajuk “Aksi UI Peduli: Autiscare Special Camp 2018”. 

Program ini khusus diperuntukkan bagi 21 Anak berkebutuhan Khusus (ABK) digelar  di Bumi Kepanduan, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 25- 26 Agustus 2018 lalu.

Ketua Pelaksana Program Pengabdian masyarakat Autiscare 2018, Windri Handayani menuturkan, Special camp ini bertujuan memberi ruang mandiri bagi penyandang autis untuk berekspresi dan berinteraksi dengan alam terbuka. 

Dalam pelaksanaan kegiatan, kami berusaha memerhatikan aspek-aspek pendukung perkembangan dan interaksi dari ABK, seperti makanan yang disediakan bebas dari tepung, susu, dan gula karena makanan tersebut dapat memicu hiperaktivitas dari ABK.

"Permainan dan kegiatan ini bertujuan untuk melatih interaksi, keberanian, rasa percaya diri, fokus, kemandirian, dan mengembangkan kemampuan belajar serta beradaptasi dengan alam," ujar Windri.
Lebih lanjut, Windri menambahkan, anak-anak sangat senang dan menikmati kebersamaannya dengan teman barunya maupun para dosen dan mahasiswa UI. Mereka juga diajari beragam kegiatan di alam terbuka yang dapat merangsang kemampuan sensorik dan motorik sehingga mampu memperkaya pengalaman mereka.
Program pengabdian masyarakat merupakan bentuk kontribusi nyata penerapan keilmuan dari sivitas akademika UI untuk masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kesadaran dan komitmen masyarakat untuk berkontribusi dalam penanganan autisme. 

Windri berharap project ini dapat berlangsung tiap tahun sebagai wadah untuk membangun sinergi dan kepedulian serta komitmen bagi anak-anak Autism dan sebagai bentuk terapi bagi ABK untuk mengembangkan segala potensinya. 

“Kelak di kemudian hari, program kami dapat pula menjadi rintisan dari gerakan kegiatan-kegiatan lainnya seperti pemberdayaan dan ruang mandiri bagi ABK untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik lagi dan dapat bermanfaat bagi masyarakat," harap Windri.

Kegiatan Camping ini melibatkan anak-anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) dengan cakupan usia 13 – 15 tahun serta dibantu oleh relawan UI berjumlah 70 orang. Setiap anak didampingi oleh orang tua/guru/terapis serta 1 – 2 relawan dari mahasiswa Fakultas MIPA UI, Fakultas Ilmu Keperawatan UI dan UKM Pramuka UI. 

Acara diisi dengan kegiatan menyenangkan dan edukatif serta menginap di alam terbuka yang telah dirancang dan disesuaikan dengan kemampuan ABK, seperti menuruni dan menaiki bukit, meluncur, menyeberangi titian di atas air, dan bermain api unggun. Kegiatan ini terselenggara atas dukungan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (DRPM UI) melalui hibang pengabdian masyarakat serta bekerja sama dengan Yayasan Pandu Cendekia dan Asyakur Adventure.(ndi)

Mahasiswa UI Rubah Museum Jadi Modern dengan Aplikasi “COMET”

Pengunung Comet museum saat praktekan CPR pada bayi
Beji, Depok Terkini

Guna menarik minat masyarakat untuk mengunjungi Museum, tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menciptakan sebuah terobosan teknologi rekayasa visual bernama Computer Mediated Reality atau disingkat COMET.

Penerapan COMET Museum dapat meningkatkan nilai fungsi museum menjadi semakin menarik karena mengkombinasikan audio, visual dan kinestetik sehingga pengunjung Museum terutama anak-anak lebih mudah memahami konten-konten edukasi didalamnya.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Muhammad Arifin Julian, Refanka Nabil Assalam, dan Irfan Budi Satria di bawah bimbingan Dosen Teknik Mesin UI Dr. Radon Dhelika.

Menurut Arifin selaku Ketua tim, munculnya ide berawal ketika melihat permainan aplikasi Pokemon-Go. Permainan ini sempat booming dan meraih 50 juta pengguna dalam waktu beberapa hari ini." Disitu kami melihat peluang sangat bagus terkait teknologi ini. Akhirnya kami tergerak untuk membuat media edukasi berteknologi rekayasa visual yang diimplementasikan pada objek museum karena masih tergolong sepi pengunjung.” kata Arifin, di Kampus UI, Depok, Rabu (29/08/2018)

COMET hadir dengan menggunakan teknologi bernama CMR (Computer Mediated Reality). CMR merupakan sebuah konsep teknologi yang dapat mengubah persepsi realitas dengan menambahkan atau mengurangkan dari pemandangan aslinya. Implementasi teknologi CMR pada Museum IMERI FKUI menyasar pada tiga fitur utama, diantaranya adalah pemandu museum berbasis Augmented Reality (dengan menghadirkan pemandu virtual pada setiap objek yang ada pada museum), edukasi anatomi jantung berbasis Virtual Reality dan edukasi CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) untuk pertolongan pertama henti jantung pada bayi berbasis Mixed Reality.

Dengan adanya aplikasi COMET ini, ujar Arifin,  maka pengunjung seolah-olah akan memasuki sebuah ruang virtual dengan model jantung yang secara langsung dapat diinteraksikan oleh pengguna serta dapat mempermudah pengguna mempelajari tentang anatomi pada jantung manusia. Demikian pula pada bagian edukasi CPR, para pengunjung akan dibawa untuk simulasi CPR yang dilengkapi dengan sensor sehingga simulasi mendekati keadaan sesungguhnya dan secara langsung dibantu dengan pemandu virtual yang muncul melalui smart glasses.

"Aplikasi COMET Museum ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap museum, sekaligus dapat membantu khalayak intelektual seperti pelajar, guru, dosen, maupun ahli dalam suatu bidang sebagai alat bantu belajar atau mengajar," tandas Arifin.(ndi)

Mahasiswa FT UI Ciptakan Aspal Murah dan Berkualitas

Beji, Depok Terkini

Tiga Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) jurusan Teknik Metalurgi dan Material ciptakan aspal murah dan berkualitas menggunakan limbah plastik. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Erlyna Armya Septimorien, Lamria Mora Dhea Friskila dan Bunga Natasya di bawah bimbingan Dosen Teknik Metalurgi dan Material UI Dr. Mochamad Chalid, S.Si,M.Sc.Eng(Sc).

Erlyna selaku ketua tim menuturkan pemilihan bahan baku plastik berangkat dari limbah plastik kresek yang jumlahnya sangat besar di Indonesia. Limbah kresek adalah limbah non-biodegradable tidak dapat terurai di alam dengan sendirinya. Di sisi lain, limbah kresek memiliki satu kelebihan yaitu tahan terhadap air.

" Maka dari itu kami melihat ada potensi pemanfaatan limbah kresek, Kami mencoba melakukan pencampuran limbah plastik dengan aspal. ” tutur Erlyna, di Kampus UI Depok, Rabu (28/08/2018).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan selamat empat bulan, modifikasi aspal yang mereka kreasikan memiliki ketahanan beban kuat serta tidak mudah retak. Keunggulan lainnya adalah biaya pembuatan yang ekonomis dan tidak kalah saing dari aspal dengan kualitas yang sama. Sifat aspal baik dimana sifat kepolaran dimiliki oleh aspal dan plastik ini berbeda tetapi penambahan lignin termodifikasi dapat meningkatkan sifat aspal, baik dari segi mekanik maupun ketahanan terhadap air.  Sehingga nantinya berimplikasi pula pada life time yang lebih tahan lama dari material asal dan menurunkan biaya untuk perbaikan dan penggantian aspal di jalan. Hal ini berujung pula pada pengurangan biaya total yang perlu dikeluarkan untuk membangun jalan.

Penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa UI yang menghasilkan aspal murah, ramah lingkungan, dan berkualitas tinggi."Dari campuran bahan limbah ini diharapkan mampu menjadi solusi atas permasalahan limbah plastik di Indonesia serta mahalnya biaya perbaikan aspal di jalan," tandas Erlyna.(ndi)

Mahasiswa UI Ciptakan Metode Efektif Temukan Sumber Air Bersih

Beji, Depok Terkini

Empat mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menciptakan metode efektif guna memperoleh air bersih dengan memanfaatkan teknologi metode resistivity.

Implementasi pikiran tersebut dilakukan di Desa Sirnajaya, Kabupaten Bogor saat warga mengalami kesulitan air bersih dan harus berjalan sepanjang 5-6 km untuk mendapatkan air bersih. Kini warga desa telah merasakan manfaat dari penerapan metode resistivity yang berhasil menemukan titik sumur potensial sebagai sumber air dekat pemukiman warga desa.

Keempat mahasiswa tersebut adalah Ade Rama Tanjung Putra, Luthfan Togar Harahap,  Miftahul Umam,  dan Tiva Rahmita.

Menurut Ade Rama selaku ketua tim, warga Desa Sirnajaya kesulitan memperoleh air bersih, selain harus berjalan kaki sepanjang 5-6 km, mereka harus menyusun pipa-pipa sepanjang jarak tersebut. Untuk mendapatkan air bersih, lanjut Ade, tidak semua warga sanggup memasang pipa dikarenakan kendala ekonomi. Selain itu, mata air yang digunakan warga sangat keruh dan cenderung berlumpur, padahal air tersebut digunakan sebagai air minum, mandi, bahkan memasak.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Ade Rama dan tim mencari solusi melalui pemanfaatan metode resistivity agar warga desa memiliki sumber air bersih lain sehingga kebutuhan akan air bersih dapat terpenuhi walaupun musim kemarau datang.

Metode resistivity dapat memprediksi secara akurat letak lapisan aliran air, sehingga dapat meminimalisir biaya pengeboran akibat risiko kesalahan penentuan lokasi pengeboran sumur.

Selama pelaksanaan program, para mahasiswa UI melakukan survei geomorfology dan marking lokasi, akuisisi data dengan metode resistivity, pengolahan dan interpretasi data hingga pemetaan data resistivity dan topografi.

Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi sumber air di dekat tanah wakaf masjid, sehingga pengeboran potensial untuk dilakukan di area tersebut.

Ditemukannya titik sumur potensial ini akan dilanjutkan dengan proses pengeboran untuk memulai pembangunan sumber air di dekat pemukiman warga Desa Sirnajaya, Bogor.

Diharapkan karya mahasiswa UI ini mampu membantu pemerintah dalam mewujudkan ketersediaan dan pengelolaan air bersih yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.(ndi)


Mahasiswa UI Ciptakan Alat Baca Buku Tuna Netra

Smart Blind alat bantu baca tuna netra
Beji, Depok Terkini

Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menciptakan alat bantu baca buku bagi penyandang tuna netra. Alat yang diberi nama Smart-Blind ini bekerja dengan cara mengkonversi gambar dari media cetak menjadi teks. Selanjutnya teks tersebut diubah menjadi suara dan langsung diterima oleh penyandang tuna netra.

Ketiga mahasiswa UI  tersebut adalah Maulana Bisyir Azhari, Gibran Muhammad Fajar Wisesa dan Nikolas Jalu Padma Iswara. Sedangkan pembimbing mereka dosen Teknik Elektro UI Dr. Ir. Purnomo Sidi Priambodo, M. Sc.

Menurut Maulana, selaku ketua tim.  Ada beberapa hal yang menghambat penyampaian informasi bagi penyandang tuna netra. Salah satunya adalah sulitnya mendapatkan informasi yang cepat dari sumber media cetak. Solusi yang ada saat ini hanyalah dengan mengkonversi tulisan ke dalam huruf braille dan itu memakan waktu yang cukup lama.

"Dengan Smart-Blind, para penyandang tuna netra dapat langsung menekan tombol dan menggerakkan alat ke atas media cetak yang dikehendaki. Dalam hitungan beberapa menit alat tersebut akan memproses gambar yang berisi tulisan menjadi suara sehingga dapat dengan mudah diterima oleh penyandang tunanetra. Keunggulan alat ini sangat efisien, portable, dan mudah digunakan," tutur Maulana.

Maulana menjelaskan cara menggunakan alat ini adalah dengan menaruh corong alat yang didalamnya ada sebuah kamera pada media cetak yang hendak dibaca. Selanjutnya tekan tombol untuk mengambil gambar tulisan di media cetak tersebut, dalam hitungan beberapa menit tulisan akan berubah menjadi suara sehingga dapat dengan mudah diterima oleh penyandang tunanetra," pungkasnya.

Ia berharap Smart-Blind dapat mempermudah para tuna netra dalam mendapatkan informasi dari media cetak."Smart Blind dapat memberikan akses yang sama kepada penyandang tuna netra terhadap perkembangan informasi dan ilmu pengetahuan agar menjadi individu yang lebih berilmu dan dapat bersaing dengan manusia normal," tutup Maulana.(ndi)

Wakil Walikota Buka Turnamen Blast Cup 2018

Pradi melempar bola tanda dibukanya turnamen Blast Cup
Sukmajaya, Depok Terkini

Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna secara resmi membuka Turnamen bola Basket Blast Cup 2018 antar pelajar se-Jabotabek di SMA Negeri 3, Jalan Raden Saleh, Kelurahan Sukmajaya, Kecataman Sukmajaya, Depok, Sabtu (04/08/2018)

Turnamen bola basket yang dihadiri Dewan Pendidikan Kota Depok, Hafidz Nasir, dan Pemimpin media Depok Pembaruan (Debar) H. Acep Al Azhari diselenggarakan dalam rangka HUT SMAN 3 Depok pada 20 September mendatang. Ajang bola basket yang diikuti sebanyak 21 tim ini digelar mulai 04-21 Agustus 2018 di lapangan basket SMAN 3 Depok.

Pradi mengapresiasi ajang ini karena dinilai dapat menjalin tali silaturami antar pelajar serta dapat mewujudkan kekompakkan dalam berolahraga."Jaga sportifitas, kejujuran dan kekompakkan. Ingat moto vini vidi vici yaitu datang bertanding, jaga sportifitas dan menang," ujar Pradi didampingi Wakil Kepala Sekolah Lela Nurlaela, dan Wiartono.

H. Acep dan Hafid Nasir ikut melempar bola turnamen Blast Cup
H. Acep Al Azhari selaku pemilik media Debar mengimbau kepada peserta agar turnamen ini bisa dijadikan ajang interaksi secara fisik dan membangun silaturahim antar pelajar."Kalaui silaturahim sudah kuat, Insya Allah persatuan pelajar akan bagus. Kalian harus menjadi pelopor dalam membentuk kesatuan siswa di sekolah," ucap Acep yang juga sebagai Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Depok.

Ditempat yang sama, Dewan Pendidikan Kota Depok, Hafidz Nasir mengatakan bahwa Depok merupakan salah satu Kota yang mendapat bonus demografi.  Sekitar 70 persen warga Depok adalah anak muda. Karena itu, dengan turnamen ini diharakan bisa mewujudkan anak muda yang berkarakter dan tidak ketergantungan dengan gadget."Saya menyambut baik kegiatan ini. Mudah-mudahan ivent ini bisa menjadi sarana silaturahim dan membangun jiwa sosial," tandas Hafidz.(ndi)


FIK UI Terapkan Sistem Pencatatan Posyandu Berbasis IT

Beji, Depok Terkini

Guna mendukung efektifitas dan efesiensi pelayanan kesehatan masyarakat di Posyandu, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) melalui program Pengabdian Masyarakatnya menerapkan sistem pencatatan berbasis IT kepada para kader Posyandu di wilayah Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Depok.

Pencatatan berbasis IT tersebut adalah Peralihan pencatatan kesehatan manual (kertas) ke berbasis teknologi (digital), dan program ini berlangsung sejak Juni hingga September 2018

Ketua Tim Pengabdi Masyarakat FIK UI, La Ode A Rahman, S.Kep, mengatakan hingga saat ini sistem pencatatan di posyandu umumnya masih konvensional menggunakan kertas cenderung kurang efisien. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, pengelolaan secara manual memiliki banyak kekurangan, baik dari segi waktu, keakuratan input dan proses data, serta pelaporan.

"Sistem pencatatan manual berbasis kertas cenderung tidak tertata dengan baik bahkan kerap mengalami kesulitan dalam mengelola dan mencari data ataupun informasi terkait kesehatan penerima manfaat Posyandu seperti ibu hamil, balita, lansia, remaja, kelompok rentan lainnya," ungkap La Ode, Selasa (24/07/2018)

Selain itu, tim Pengabdi Masyarakat FIK UI juga menggelar sosialisasi, focus group discussion dan workshop kepada para Kader Posyandu. FIK UI juga memberikan bantuan dua unit Laptop sebagai inventaris kepada masing-masing posyandu yaitu posyandu Cempaka dan Flamboyan.(ndi)


SDIT Rahmaniyah Optimis Raih Juara LSSN Tingkat Nasional Tahun 2018

Pradi saat melakukan evaluasi di SDIT Rahmaniyah
Sukmajaya, Depok Terkini

Lomba Sekolah Sehat Nasional (LSSN) tingkat nasional akan kembali diikuti beberapa sekolah salah satunya SDIT Rahmaniyah. Sekolah tersebut menargetkan mampu meraih juara kedua dan menyatakan siap mengikuti lomba Sekolah Sehat (LSSN) tingkat nasional tahun 2018.

"Kami menargetkan mampu meraih juara ke dua , dan siap mengikuti lomba sehat tingkat nasional tahun 2018," kata Kepala Sekolah SDIT Rahmaniyah,  Asep Koswara, Rabu (10/07/2018)

Ia mengaku optimis dan saat ini sedang melakukan persiapan teknis."Kami hanya sebagai mediator dan anak-anak kami yang akan mempersentasikan sekolahnya. Kita berharap bisa menjadi juara," harapnya.

Menurutnya,  setiap tahun sekolahnya rutin mengikuti lomba LSSN, baik tingkat provinsi Jabar, maupun tingkat nasional. "Sebetulnya tahun lalu kami memenangkan juara nasional. Harapannya tahun ini kita menang juara 1,” pungkas Asep.

Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna saat melakukan evaluasi ke SDIT Rahmaniyah mengatakan dengan adanya lomba ini menandakan sekolah di Kota Depok Sangat berkualitas, "Saya di sini hanya melakukan shering dan melakukan evaluasi untuk lomba sekolah sehat tingkat nasional," pungkasnya.(dms)


PNJ Gelar Halal Bihalal dan Santuni Puluhan Yatim

Abdillah saat memberikan santunan kepada anak yatim
Beji, Depok Terkini

Keluarga Besar Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menggelar halal bihalal sekaligus pemberian santunan kepada puluhan anak yatim di aula Direktorat PNJ lantai 2, Kampus UI, Depok, Senin (09/07)

Halal bihalal dihadiri Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto, Walikota Depok diwakili Asisten Hukum dan sosial, Sri Utomo, para pengurus PCNU, Direktur Politeknik UI, mantan Direktur PNJ, para Pudir, Kajur, Senat, Staf ahli Menristek, Dosen, karyawan PNJ, Mahasiswa dan penceramah Habib Abbas Abu Bakar.

foto bersama usai santunan kepada anak yatim
"Dalam suasana Idhul fitri ini, selaku pimpinan kami mohon maaf jika selama satu tahun ada kekurangan maupun kesalahan serta hal yang kurang berkenan," ucap Abdillah selaku Direktur PNJ dalam sambutannya.

Dalam kesempatan ini, Kami juga saling berbagi dengan memberikan santunan kepada anak yatim dari keluarga pegawai PNJ dan  dari lingkungan sekitar PNJ."Semoga apa yang kita berikan dapat bermanfaat bagi mereka," harap Abdillah.

Sementara itu, Habib Abbas Abu Bakar dalam tausyiahnya mengatakan, halal bihalal ini bisa menjadikan ukhuwah Islamiyah dan kekuatan keagamaan keluarga besar PNJ kepada Allah SWT."Alhamdulillah, kita lihat disini, Subhanallah ibu dosen semua memakai jilbab rapih. Ini menunjukkan bahwasanya dengan halal bihalal bisa menjadikan ukhuwah Islamiyah dan kekuatan keagamaan," tandas Habis Abbas.(ndi)

2.200 Siswa Ayodya Pala Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat


Beji, Depok Terkini

Sebanyak 2.200 siswa Ayodya Pala Art Center mengikuti ujian kenaikan tingkat dalam Pagelaran Seni yang digelar di Gedung IX Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIPB) Universitas Indonesia mulai 11 Maret hingga 1 April 2018.

Denta Mandra Pradipta Budiastomo, S.Ds, M.Si selaku Kepala Divisi Humas  dan Promosi Ayodya Pala Art Center mengatakan Ayodya Pala Art Center yang berdiri sejak 24 April 1980, hingga kini masih tetap aktif dan konsisten dalam Pendidikan, Pelestarian dan Pengembangan Seni Budaya Tradisional Nusantara. Ujian kenaikan tingkat diikuti siswa usia 3-20 tahun terdiri siswa seni tari, musik dan vokal dari 39 cabang Ayodya Pala.

"Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh siswa Ayodya Pala Art Center dan dilaksanakan setiap 6 bulan sekali,"ujar Denta, Kamis (01/03/2018)

Sedangkan tujuan diselenggarakannya ujian ini, kata Denta, guna mengevaluasi hasil pembelajaran seni bagi siswa ke kejenjang berikutnya."Ujian ini sesuai kurikulum yang sudah ditentukan  serta  untuk melatih keberanian dan rasa percaya diri  siswa,"tandas Denta.(ndi)

Ini Dia, Doktor UI Penemu Bahan Penghilang Bau Mulut

Dr. Asni Amin, M.Farm., Apt
Beji, Depok Terkini

Bau mulut merupakan masalah umum tetapi tidak bisa dianggap remeh. Untuk mengatasi permasalah bau mulut, Dr. Asni Amin, M.Farm., Apt, doktor Fakultas Farmasi Universitas Indonesia berhasil menemukan bahan penghilang bau mulut dengan ekstrak Buah kepel (Stelechocarpus burahol).

Menurut Asni, selama ini telah banyak digunakan masyarakat untuk alternatif penghilang bau mulut, seperti penggunaan daun sirih, teh, cengkeh, dan kemangi. Namun, salah satu bahan alternatif penghilang bau mulut yang belum banyak dibahas dalam dunia kesehatan Indonesia, adalah kandungan senyawa dalam buah kepel.

"Buah kepel adalah salah satu jenis buah langka Indonesia dan sampai saat ini belum dibudayakan. Namun, manfaat buah ini telah lama dikenal kalangan keraton Yogyakarta dan Surakarta sebagai deodoran, pengharum napas, dan pengharum air seni," ujar Asni dalam disertasinya pada sidang promosi doktor di Ruang Sidang Gedung Profesi & Pascasarjana Fakultas Farmasi UI, Depok, Kamis (11/1/2018)

Lebih lanjut Asni menjelaskan, dari hasil penelitian terbukti ekstrak buah kepel memiliki manfaat antibakteri penyebab bau mulut dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri P. gingivalis dan F. nucleatum.

Selain itu, ekstrak buah kepel juga dapat menyerap bau mulut dengan menurunkan nilai metil merkaptan dan dimetil sulfida. Berdasarkan data bioaktivitas, buah kepel juga memiliki aktivitas antioksidan serta dapat memperbaiki kualitas sperma pada objek kelinci.(ndi)

UI Kembali Kukuhkan Dua Guru Besar

Prof. Dr. dr. Zakiudin Munasir, SpA(K) 
Beji, Depok Terkini

Universitas Indonesia (UI) kembali mengukuhkan dua guru besar dari Fakultas Kedokteran (FK) di aula FKUI Salemba, Jakarta Pusat, Jum'at (12/01/2018). Mereka adalah Prof. Dr. dr. Zakiudin Munasir, SpA(K) dan Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K). Keduanya dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Anak

Prof. Zakiudin Munasir dalam pidato pengukuhannya memaparkan bahwa banyak pantangan/diet yang diterapkan ibu kepada anak penderita alergi makanan akan menyebabkan anak mengalami gagal tumbuh atau tumbuh dalam keadaan kekurangan nutrisi.

“Banyak sekali makanan bergizi tinggi tapi dianggap sebagai pencetus alergi pada anak, seperti susu sapi, telur, ikan, dan kacang-kacangan. Kalau si anak sedari kecil sudah dilarang memakan makanan-makanan ini, kedepannya mereka akan mengalami kekurangan gizi,” jelas Prof. Zakiudin dalam pidatonya berjudul “Alergi Makanan pada Anak di Indonesia dan Permasalahannya, Antara Mitos dan Fakta”.

Dia juga merekomendasikan beberapa metode pencegahan alergi makanan pada anak yang sudah terbukti, antara lain; pemberian ASI ekslusif, pemberian makanan padat usia 4-6 bulan secara bertahap yang diberi jarak 2-3 hari sambil tetap memberikan ASI, serta penghindaran asap rokok pada masa kehamilan dan tumbuh kembang anak.

Prof. Dr. dr. Rini Sekartini 
Sementara itu, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini menyampaikan pentingnya peranan pendekatan pediatri sosial dalam meningkatkan standar kesehatan suatu negara, terutama masalah kesehatan anak.

“Pediatri sosial adalah sebuah upaya menjaga kesehatan anak yang tidak hanya berfokus pada mengobati/kuratif tetapi juga mencegah/preventif dengan melibatkan tidak hanya rumah sakit, namun semua unsur penunjang kesehatan seperti keluarga, lingkungan dan sekolah,” jelasnya.

Dalam melakukan pendekatan ini, katanya, peranan data primer dalam komunitas akan sangat penting, sehingga kebijakan kesehatan anak yang dikeluarkan tidak bersifat top-down. Selain itu, kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan pihak industri juga diperlukan agar pediatri sosial dapat berjalan secara efektif dalam menangani masalah kesehatan anak.(ndi)

UI Raih Predikat Universitas Terbaik Versi Global Brand Magazine

Beji, Depok Terkini

Universitas Indonesia (UI) meraih predikat "Universitas Terbaik di Indonesia" untuk tahun 2017 dari Global Brand Magazine Awards.

Global Brand adalah majalah bisnis pemasaran ternama dari Inggris yang memberikan pembacanya berita-berita terbaru, ulasan, pendapat, dan jajak pendapat tentang merek dagang terkemuka dari seluruh dunia. Penghargaan ini menegaskan kembali keunggulan UI dalam performa pelayanan bidang pendidikan di Indonesia.

Predikat ini didapatkan UI setelah melalui serangkaian proses penilaian atas beberapa indikator, yaitu Branding, Performance, Quality, Customer Service & Commitment, serta System. Proses penilaian terdiri dari beberapa tahap, mulai dari penjaringan nominasi oleh internal panitia sampai proses penilaian oleh lembaga penelitian independen. 

Penghargaan ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya pemberian layanan yang baik bagi suatu perusahaan atau institusi serta memberikan apresiasi terhadap kinerja perusahaan/institusi tersebut.

Rektor UI, Mohammad Anis berharap agar prestasi seperti ini dapat terus ditingkatkan. “Tentu ini adalah contoh sebuah prestasi yang membanggakan dari UI yang tidak mungkin dapat dicapai tanpa bantuan berbagai pihak. Yang terpenting, jangan berpuas diri, karena dalam suatu proses kemenangan, yang paling sulit adalah mempertahankan” ungkap Anis.(ndi)

UI Resmikan Laboratorium Riset Multidisiplin FMIPA-Pertamina

Gedung Laboratorium Riset Multidisiplin 
Beji, Depok Terkini

Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met. bersama Direktur Pertamina Elia Massa Manik meresmikan Gedung Laboratorium Riset Multidisiplin Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) – PT. Pertamina (Persero), Kamis (11/01/2018)

Menurut Rektor, Pembangunan Laboratorium Riset Multidisiplin ini merupakan hasil implementasi kerjasama antara Universitas Indonesia (UI) dengan PT. Pertamina (Persero) yang telah berjalan lebih dari 10 tahun.

Hal ini dilakukan dalam rangka menjawab tantangan di bidang sains di masa depan, terutama dalam peningkatam jumlah dan kualitas riset, serta sebagai upaya mewujudkan World Class Research University yang dapat memberikan solusi pembangunan berkelanjutan.

"Gedung Laboratorium Riset Multidisiplin ini dirancang dengan konsep Green Building, yang sarat dengan konsep ramah lingkungan dengan menerapkan efesiensi energi untuk pencahayaan dan sirkulasi udara," jelas Anis.

Gedung Laboratorium ini terdiri dari delapan lantai dengan luas lantai masing-masing hampir 1.000 meter persegi. Anis berharap dengan Riset Multidisiplin mampu mendorong pertumbuhan karya inovasi bagi pembangunan bangsa serta mengembangkan kegiatan riset baik riset dasar maupun riset terapan di UI pada umumnya dan FMIPA UI pada khususnya.

Selain peresmian, juga digelar peringatan dies natalis ke-57 FMIPA UI, dengan  menghadirkan beberapa tokoh nasional sebagai narasumber, serta penandatanganan MoU antara Fakultas Teknik UI dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

“ Nantinya akan ada sharing facility, mahasiswa UI dapat menggunakan fasilitas laboratorium LAPAN begitu juga sebaliknya. Staf LAPAN juga dapat melanjutkan jenjang akademik S2 dan S3 mereka di UI, tapi base on research, langsung fokus ke riset yang spesifik. Para ahli LAPAN juga bisa menjadi pembimbing atau supervisor bagi mahasiswa-mahasiswa UI yang sedang menyelesaikan skripsi ataupun tesis,” ujar Rektor UI lagi.(ndi)

UI Raih Overall Score Tertinggi Asesmen Institusi AUN-QA

Beji, Depok Terkini

Universitas Indonesia (UI), Senin (8/1/2018) memperoleh sertifikat atas keberhasilan dalam memenuhi The AUN-QA Quality Assessment at Institutional Level dari ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA).

Penyerahan sertifikat ini dilakukan oleh Acting Chairperson of AUN-QA Council, Assoc. Prof. Nantana Gajaseni, Ph.D., kepada Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met. di Ruangan VIP Lantai 2, Gedung Rektorat UI Depok.

Sertifikat ini diperoleh setelah UI menjalani asesmen pada tanggal 14-19 Mei 2017 lalu. UI berhasil memperoleh level 5 (Better Than Adequate) untuk semua pilar penilaian AUN-QA, yaitu Strategic QA, Systemic QA, Functional QA, dan Results. 4 pilar ini mencakup penilaian sistem perencanaan, implementasi, evaluasi, dan tindak lanjut yang dilakukan UI sebagai sebuah universitas.

Menurut Prof. Nantana, hasil yang diperoleh UI ini merupakan overall score tertinggi di antara universitas yang sudah menjalani asesmen AUN-QA at Institutional Level.
Secara umum, katanya, kinerja penerapan penjaminan mutu di UI dapat menjadi salah satu rujukan bagi penjaminan mutu perguruan tinggi di tingkat ASEAN. Berbeda dengan proses asesmen yang dilakukan pada level program studi, pada level institusi penilaian dilakukan terhadap seluruh unsur di UI, dari jajaran pimpinan universitas sampai dengan pemangku kepentingan internal yaitu mahasiwa dan dosen, serta pemangku kepentingan eksternal (external stakeholders) yaitu alumni dan pemberi kerja (employers).

Sementara itu, Rektor UI berharap prestasi ini dapat terus ditingkatkan.Hal ini merupakan salah satu contoh prestasi UI yang membanggakan dan patut disyukuri, yang tidak mungkin dapat dicapai tanpa bantuan berbagai pihak terkait. Di masa mendatang."Semoga prestasi-prestasi seperti ini dapat terus dicapai dan semakin baik lagi,"harap Anis.(ndi)

Rektor UI Kembali Lantik 4 Dekan Fakultas

Rektor UI saat melantik empat dekan fakultas di Balai Kirti
Beji, Depok Terkini

Rektor Universitas Indonesia Dr. Ir. Muhammad Anies M.Met., melantik empat dekan periode 2018-2022 di Balai Kirti UI, Depok, Senin (08/01/2018).

Keempat dekan tersebut adalah Prof.Dr.drg. M.F. Lindawati S. Kusdhany Sp. Pros (K) sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Gigi, Dr. Rer. Nat. Abdul Haris sebagai Dekan Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam, Dr. Ir. Henri Dwi Saptioratri sebagai Dekan Fakultas Teknik, dan Agus Setiawan, S.Kp., M.N., D.N. sebagai Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan.

Dalam sambutannya, Rektor UI menaruh harapan para dekan yang dilantik dapat membawa UI menjadi semakin baik dari hari ke hari, terutama dalam meningkatkan jumlah jurnal internasional dan akreditasi internasional. “Kita di tahun ini berhasil mendapatkan overall score tertinggi dari 4 universitas di ASEAN yang telah melalui penilaian ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA). Tentu ini adalah contoh sebuah prestasi yang membanggakan dari UI yang tidak mungkin dapat dicapai tanpa bantuan berbagai pihak. Kedepannya, harapan saya prestasi-prestasi ini dapat terus ditingkatkan,” ungkapnya.

UI secara keseluruhan mempunyai 14 fakultas, 2 sekolah pascasarjana, dan 1 program vokasi. Semua tahap proses pemilihan dekan, kepala sekolah pascasarjana, dan direktur program vokasi telah selesai dan menunggu proses pelantikan, dengan pengecualian dekan Fakultas Ilmu Administrasi yang telah dilantik pada Desember 2016 dan sedang menjalani periode kepemimpinan sampai tahun 2020.

Selain itu terdapat 12 wakil dekan dari 6 fakultas yang akan dilantik yang mengisi posisi Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan (Wadek I) dan posisi Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum (Wadek II).(ndi)

UI Buka Jurusan Pascasarjana Tata Kelola Pemilu

Beji, Depok Terkini

Universitas Indonesia (UI) membuka Program Magister “Tata Kelola Pemilu” dibawah Departemen Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik (FISIP)  UI, Rabu (1912/2017).

Program ini diharapkan akan menghasilkan tenaga-tenaga sumber daya manusia yang profesional, handal dan mumpuni dalam menangani kegiatan pemilu. 

"Daya tampung dari program studi ini adalah 30 mahasiswa," ungkap Dr. Meidi Kosandi, Ketua Program Pascasarjana Departemen Ilmu Politik di Ruang Apung Perpustakaan UI Depok.

Menurutnya, program studi ini adalah tindak lanjut dari penandatanganan perjanjian kerja sama pada tahun 2015 antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan 10 universitas negeri di Indonesia, termasuk UI. Dalam perjanjian kerja sama tersebut, kesepuluh universitas akan menjadi mitra KPU dalam membuka program pascasarjana terkait pengelolaan pemilu.

“Untuk tahun pertama, program tata kelola pemilu ini akan berisi sejumlah mahasiswa yang merupakan staf  KPU yang diberikan beasiswa full oleh KPU,” ujar Meidi. 

Di tahun-tahun selanjutnya, lanjut Meidi, akan dibuka untuk umum melalui mekanisme Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK), termasuk pembukaan kelas-kelas internasional yang diperuntukkan untuk calon-calon mahasiswa dari berbagai negara di dunia.

Sebagai informasi, jurusan dengan peminatan tata kelola pemilu sampai saat ini hanya ditawarkan di dua negara, yaitu Amerika dan Italia sehingga program studi ini diharapkan akan menjadi program unggulan UI dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan demokrasi di Asia Tenggara dan dunia.(ndi)

Rektor UI Lantik 9 Dekan Fakultas

Rektor UI saat melantik 9 dekan fakultas
Beji, Depok Terkini

Rektor Universitas Indonesia (UI) melantik 9 dekan terpilih periode 2017 – 2021, di Balai Kirti, Rektorat UI Depok, Rabu (20/12/2017).

Kesembilan dekan tersebut adalah Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph. D. sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB),  Dr. Adrianus L. G. Waworuntu, S.S., M.A., sebagai Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Tjut Rifameutia, M.A., sebagai Dekan Fakultas Psikologi, dan Dr. Drs. Arie Setiabudi Soesilo, M. Sc., sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Dr. Agustin Kusumawati, M.Sc., Ph. D. sebagai Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Dra. Mirna Adriani sebagai Dekan Fakultas Ilmu Komputer, dan Dr. Mahdi Jufri, M. Si sebagai Dekan Fakultas Farmasi, Dr. Ari Fahrial Syam, Sp. PD-KGEH., MMB., sebagai Dekan Fakultas Kedokteran dan Prof. Melda Kamil, S.H., LL.M., Ph.D. sebagai Dekan Fakultas Hukum.

Pengangkatan 9 Dosen tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Rektor UI Nomor 2647, 2648, 2649, 2650, 2651, 2652, 2653, 2654, 2655 /SK/R/UI/2017 tentang pemberhentian dan pengangkatan para dekan.

Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis M. Met meminta kepada para dekan yang baru dilantik, agar dapat menjalankan tugas dan amanahnya dengan baik.

“Selamat kepada para Dekan terpilih, saya berharap para dekan baru dapat membantu UI melaksanakan tujuan-tujuan besarnya seperti peningkatan akreditasi dari lembaga akreditasi nasional dan internasional, serta memperkuat kolaborasi dan kemitraan dalam pendidikan dan riset,” kata Anis.(ndi)

UI Kukuhkan Guru Besar Bidang Kecerdasan Buatan dan Manajemen

Beji, Depok Terkini

Universitas Indonesia (UI) kembali mengukuhkan dua Profesor dari Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Mereka adalah Prof. Wisnu Jatmiko, S.T., M.Kom., Dr. Eng. sebagai Guru Besar Tetap Bidang Kecerdasan Buatan dan Robotika dan Prof. Dr. Irwan Adi Ekaputra, MM. sebagai Guru Besar Tetap Bidang Manajemen. Para profesor tersebut dikukuhkan di Balai Sidang kampus UI Depok, Rabu (13/12).

Prof. Wisnu Jatmiko dalam pidato pengukuhan berjudul “Robotika dan Sistem Cerdas Untuk Menjawab Permasalahan Bangsa”. memaparkan penelitian-penelitiannya dalam bidang kecerdasan buatan dan robotik yang  bermanfaat dalam mengatasi beberapa permasalahan manusia, seperti polusi udara, kemacetan, serta dampaknya bagi kesehatan.

“Penelitian yang saya lakukan, saya arahkan untuk dapat menjawab tantangan global yang tertuang dalam program Sustainable Development Goals (SDGs) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Saya mencoba memberikan solusi pada beberapa poin SDGs, di antaranya mengenai climate change, sustainable cities and communities, hingga good health and well-being,” jelas Prof. Wisnu.

Menurutnya, Kecerdasan buatan seperti Intelligent Transportation System (ITS) dapat digunakan untuk mendeteksi, melacak kendaraan, menghitung, dan memantau arus lalu lintas. Selain itu, kecerdasan buatan juga dapat digunakan dalam masalah kesehatan, seperti pengembangan alat Telehealth yang memungkinkan pemantauan kondisi pasien dari jarak jauh.

Sedangkan, Prof. Irwan Adi akan menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Socially Responsible Investing (SRI)” yang merupakan cabang dalam ilmu keuangan yang mempelajari fenomena investasi modal pada perusahaan yang tidak hanya memperhatikan keuntungan finansial, namun juga memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Dalam melakukan investasi, SRI tidak hanya memperhatikan interaksi antara faktor risk (risiko), return (imbal hasil), dan liquidity (likuiditas), namun juga memperhatikan satu faktor lagi, yaitu sustainability (kesinambungan). Aspek kesinambungan tidak hanya meliputi kesinambungan kegiatan usaha perusahaan, namun juga etika dalam hal kelestarian alam, dampak sosial, dan tata kelola perusahaan. Oleh karena itu, penggunaan clean technology menjadi signifikan dalam SRI.(ndi)

UI Gagas Pertemuan dengan Pemerintah Daerah se-Indonesia

Beji, Depok Terkini

Universitas Indonesia (UI) menggagas sebuah pertemuan ilmiah dengan para  perwakilan dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota se-Indonesia dalam sebuah forum bertajuk “Workshop Implementasi Kerjasama dengan Pemerintah Daerah Dalam Negeri, Rabu (29/11).

Forum dihadiri oleh Rektor UI Prof.Dr.Ir.Muhammad Anis, M.Met, Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah ; Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto ; Bupati Tanjung Jabung Barat, H. Safrial ; Bupati Wakatobi, Arhawi ; Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah ; Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler ; Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man ; Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti.

Rektor UI, Prof. Anis mengatakan Kegiatan ini dilaksanakan guna bersinergi dengan pemerintah daerah. Sebagai bentuk komitmen UI, UI terbuka untuk menjalin kebersamaan dalam menyelesaikan masalah-masalah nasional dengan Pemerintah Daerah dan juga dengan Industri yang berbasis kemasyarakat.

UI yang berbasiskan akademisi berperan dalam mendesain program sesuai permasalahan yang ada dimasyarakat berdasarkan kajian multidisplin ilmu serta melakukan transfer knowledge atau teknologi sesuai kebutuhan masyarakat yang aplikatif atau tepat guna.”

Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama yang dilakukan antara UI dengan sejumlah Pemerintah Daerah. Bentuk kerjasama diantaranya dukungan beasiswa pegawai pemerintah daerah, kerjasama dalam bidang pengabdian masyarakat UI, penelitian dan pendampingan dalam mendukung pembangunan di wilayah Pemerintah Daerah.

Diharapkan melalui pertemuan ini terwujud kerja sama yang dapat memberikan hasil yang nyata, sekaligus menggalang komitmen bersama antara UI dengan Pemerintah Daerah se-Indonesia sehingga dapat mengakselerasi pencapaian kemandirian dan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.(ndi)