Showing posts with label history. Show all posts
Showing posts with label history. Show all posts

UPTP TK/SD Cimanggis gelar lomba pendidikan 201

Tapos | Depok Terkini
        
Menjadi yang terbaik pada gelaran semua lomba pendidikan tingkat Kota Depok tahun 2015, merupakan target yang harus dicapai peserta didik dari Unit Pelaksana Teknis Pendididikan (UPTP) TK/SD Kecamatan Cimanggis.
         
Kegiatan Lomba Pendidikan Tingkat Kecamatan Cimanggis itu masing-masing Lomba Keterampilan Agama Islam (Loketa), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Olimpiade Sain Nasional (OSN), Membaca dan Menulis serta Berhitung (Calistung), Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan Pasanggiri.
         
“Untuk itu, ratusan peserta didik 54 SD negeri dan swasta di lingkungan UPTP TK/SD Cimanggis sudah mengikuti kegiatan lomba-lomba pendidikan yang dilaksanakan mulai 19 Januari lalu di SDN Mekarsari 3,” kata Ketua Pelaksana Kegiatan Lomba-Lomba Pendidikan Kecamatan Tapos Darsita Sugianto didampingi Herman selaku Koordinator FLS2N Tapos di sela-sela gelaran FLS2N Tapos di SDN Cisalak Pasar (Cipas) 3 yang dipimpin Eva Eriva, Senin (26/1).
         
Menurut guru di SDN Sukatani 1 ini, pelaksanaan lomba yang digelar di awal tahun 2015 ini akan memberikan banyak waktu untuk pembinaan bagi peserta didik terbaik yang akan mewakili UPTP TK/SD Cimanggis di kegiatan yang sama di tingkat Kota Depok.
         
Dengan banyaknya waktu pembinaan, kata Darsita, dapat memaksimalkan potensi peserta didik saat mengikuti lomba-lomba di tingkat Kota Depok tahun 2015 ini. Selanjutnya, diharapkan mereka dapat memberikan hasil yang terbaik di lomba tersebut dan mampu tampil di lomba serupa tingkat Provinsi Jawa Barat.(ash)

Ribuan Guru Depok akan Di Tes Urine

Balaikota | Depok Terkini

Dinas Pendidikan Kota Depok berencana melakukan tes urine para guru di seluruh sekolah Depok guna menghindari kemungkinan adanya penyalahgunaan narkoba di kalangan pengajar. Sebelumnya tes urine sudah dilakukan terhadap 105 kepala sekolah.”Minggu depan akan kita lakukan tes urine untuk para guru SD, SMP, SMA dan SMK,”tegas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Herry Pansila, kemarin.

Menurut Herry, jumlah guru sebanyak 1.119 orang, dengan rincian sebanyak 836 guru SD, 181 guru SMP, dan 48 guru SMA, serta 54 guru SMK. jika dari hasil tes urine kedapatan positif menggunakan narkoba, tegas Herry, maka pihaknya akan memberikan tindakan tegas.“Nantinya tes urine akan diperluas dan lebih sering dilaksanakan dengan sasaran kepada kepala sekolah, guru, dan kepala UPT pendidikan,” ujarnya.

Pelaksanaan tes urine ini merupakan bentuk kewaspadaan masuknya narkoba dalam dunia pendidikan, khususnya Kota Depok. Narkoba saat ini penggunaannya sudah menyerang siapa saja, untuk itu perlu ada perhatian dan pemahaman terhadap barang haram tersebut. 

Siswa SD Sukmajaya dan Tapos Bakal Terima Baju dan Sepatu Gratis

Sukmajaya | Depok Terkini
          
Unit Pelaksana Teknis Pendidikan (UPTP) TK/SD Kecamatan  Sukmajaya dan Tapos, kemarin, mendistribusikan puluhan ribu baju seragam dan sepatu gratis untuk para siswa kelas 1 dan 6 siswa sekolah dasar negeri (SDN) di wilayah kerjanya masing-masing.

“Untuk wilayah Kecamatan Sukmajaya ini ada 52 SDN dengan jumlah murid sebanyak sekitar 20.000 an akan mendapat baju seragam dan sepatu gratis dari Pemkot Depok. Logistik tersebut mulai didistribusikan ke sekolah masing-masing,” kata Kepala UPTP TK/SD Sukmajaya Ebeng Djayadi Sofyan.
         
Sementara itu di hubungi terpisah, Kepala UPTP TK/SD Kecamatan Tapos Use Supriadi mengatakan, di wilayah kerjanya ada sekitar 17.000 an siswa dari 36 SDN yang bakal menerima baju seragam dan sepatu.
         
“Sebagian logistik tersebut sudah diambil sendiri oleh petugas masing-masing sekolah. Tetapi, yang banyak diterima saat ini baru seragam untuk siswa laki-laki. Diharapkan seluruh logistic tersebut sudah dapat diterima sehingga cepat diditribusikan ke seluruh siswa,” kata Use.
         
Di bagian lain, Kepala SDN RRI Cisalak Ecin Kuraesin menambahkan, jatah seragam dan sepatu untuk sekolahnya masih kurang. Untuk itu, logistik tersebut belum bisa dibagikan kepada siswanya.
          “Saya mengusulkan sesuai jumlah siswa 192 orang, tapi setelah dilakukan penghitungan jumlah baju seragam dan sepatu yang diterima jumlahnya baru 343 buah untuk baju seragam dan 374 untuk sepatu,” kata Ecin didampingi Kepala SDN RRI Nasional Suparjilah.(ash)

Lowongan Kerja Samsat Cinere Diperpanjang

Cinere | Depok Terkini

Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Barat Wilayah Depok II/Cinere (Samsat Cinere) masih mencari tenaga untuk ditempatkan sebagai front Office (Receptionis). Karena itu, batas waktu lamaran diperpanjang hingga 7 Januari 2015."Silahkan bagi warga Depok yang memenuhi syarat untuk mengajukan lamarannya. Kami butuhkan dua tenaga receptionis baik pria maupun wanita. Lamaran paling lambat kami terima tanggal 7 Januari 2015,”ujar Ketua tim rekruitmen Dispenda Samsat Cinere, Gumiwan, kemarin.

Adapun persyaratan yang dibutuhkan adalah : laki-laki/perempuan minimal lulusan SMA sederajat, tinggi badan untuk wanita 165 cm, dan pria 175 cm, diutamakan belum menikah, tidak terikat dengan suatu lembaga/perusahaan atau perorangan, usia maksimal 25 tahun, sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan dokter, dan berpenampilan menarik.

Selain persyaratan umum, lanjut Gumiwan, ada juga persyaratan khusus, yakni mampu berintegrasi tinggi, berkelakukan baik (dibuktikan dengan SKCK), serta mampu mengoperasikan microsoft office.”Lamaran diantar langsung ke Samsat Cinere, Jalan Raya Cinere, Depok. Ditujukan kepada Ketua tim rekruitmen,”jelas Gumiwan.

Ia menambahkan, setelah surat lamaran diterima akan dilakukan seleksi dan wawancara.”Salary yang kita berikan sesuai dengan upah minimum kota (UMK) Depok,”tandasnya.

Katar Perjuangkan Kantor Sekretariat Dari Kota, Kecamatan & Kelurahan

Bojongsari | Depok Terkini

Karang Taruna (Katar) tingkat kota programkan keberadaan  kantor sekretariat dari  tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan . Langkah tersebut  dilakukan untuk meningkatkan roda organisasi dan menjalin kemitraan yang lebih erat dengan pemerintah Kota Depok.

"Program jangka  pendek kami  fokus adanya kantor  sekretariat yang  reprsentatif di tingkat kota," kata Amsori AR, di RM Gandy, Jl Raya Sawangan, Sabtu (3/1).

Selain itu, ditambahkannya, program berikutnya melakukan  konsolidasi dan pembentukan Karang Taruna di Kecamatan Cinere yang saat ini belum terbentuk termasuk pembentukan Karang Taruna di tingkat kelurahan yang belum berdiri.

Dengan terbentuknya seluruh Karang Taruna di Kota Depok nantinya ada pemetaan. Dari situ diklasifikasikan Karang Taruna tumbuh,  berkembang, maju, dan sebagai percontohan.

"Penilainnya akan dilakukan pengurus tingkat kota dari mulai keaktifan kepengurusan, administrasi, usaha produktif dan kepedulian, kemudian tidak mengandalkan bantuan pemerintah tetapi melakukan pendekatan dengan swasta melalui CSR untuk menunjang kegiatan organisasinya," tutur Amsori  yang terpilih menjadi Ketua Karang Taruna tingkat kota periode 2015-2020 menggantikan Babai Suhaemi selaku ketua Katar sebelumnya.    

Di bagian lain ia juga mengatakan, pihaknya akan melakukan pelatihan menggandeng dinas terkait, seperti BPMK, BPMK dan sejumlah dinas lainnya.."Harapan kami Karang Taruna di Kota Depok lebih maju dan berkembang,"demikian Amsori.( Sudi)

Hasyim Muzadi : Intelejen Harus Selidiki Tantangan ISIS Pada Moeldoko

Beji | Depok Terkini

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menilai ancaman seseorang yang mengaku anggota Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) terhadap Panglima TNI Jenderal Moeldoko, sebagai ancaman serius. Ia mendesak agar tim intelejen menyelidiki kebenaran hal itu.

Menurut Hasyim, intelejen harus mengecek apakah pria tersebut betul anggota ISIS atau hanya suruhan kelompok tertentu. Hasyim menilai tindakan tersebut betul - betul tindakan yang berani mengancam institusi negara.

"Itu harus diselidiki, ISIS betulan apa suruhan orang, ini sudah tindakan berani," tukasnya usai Silaturahim Nasional di Pondok Pesantren Al Hikam Beji, Depok, Selasa (30/12/2014).

Ia menambahkan manuver tersebut harus dipastikan terlebih dahulu sebelum menyikapi. Ia mengimbau seluruh pihak jangan menganggap enteng dan tetap menjaga kewaspadaan.
"Tapi terlepas itu semua, kewaspadaan harus ada sekalipun tidak berlebihan," tegasnya.


Sebelumnya, seseorang yang mengaku Abu Jandal Al Indonesi menantang Ormas Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko untuk berduel dengan Daulah Islamiyah. Hal itu, menurutnya, akan membuktikan siapa yang paling sakti, Pancasila atau Syariat Islam ala ISIS. Kedatangan Banser dan Panglima TNI ke Irak dan Suriah pun ditunggu, jika tidak ia mengancam akan datang ke Indonesia untuk menegakkan syariat Islam seperti di Irak dan Suriah.

Momen Liburan, Margo Citu Hadirkan Magical Holiday

Margonda | Depok Terkini

Margo City memanfaatkan moment libur panjang dengan menghadirkan Magical Holiday sebagai sarana menikmati liburan. Magical Holiday tersebut berlangsung sejak 12 Desember hingga 4 Januari 2015 di Main Atrium Margo City.

Media Relation Officer Margo City, Sinta Nawang Wulan mengatakan, liburan merupakan waktu berkumpul bagi keluarga, dimana anak-anak membutuhkan tempat untuk menikmati liburan. “kami sajikan hiburan dengan atraksi illusion menghadirkan illusitionist terbaik Indonesia, galih Montana,”ujar Sinta.

Selain itu, lanjut Sinta terdapat juga wahana gambar 3 dimensi sebagai edukasi sehingga membuat pengunjung mendapatkan pengalaman unik yang belum pernah didapatkannya.”Permainan magical dimulai pukul 10.00-22.00WIB, terdapat 16 sesi dalam sehari dan durasi permainan selama 30 menit,”tandas Sinta.


Sejarah Rumah Pondok Cina di Kawasan Margo City


Margonda | Depok Terkini

Bangunan tua di pusat perbelanjaan Margo City Jalan Margonda Raya, Depok masih terlihat megah dan bernuansa sejarah. Meskipun saat ini digunakan sebagai caffe, gedung warisan tuan tanah asal China, Tio Tiong Ko, sejak tahun 1690 masih terpelihara rapih dan memiliki nilai historis bagi warga Depok.

Ketika seseorang melangkah menuruni anak tangga dari pedestrian menuju kafe, akan tersuguh indah pemandangan gedung bergaya gotik warna putih dengan tiang-tiang bulat. Sayangnya nuansa Cina tak lagi kental terasa.

Rumah tua itu bagi sejarawan Onghokham dalam buku "Anti-Cina-Kapitalisme Cina dan Gerakan Cina" merupakan cikal bakal daerah Pondok China. Sejumlah rumah berbentuk pondokan menjadi tempat berkumpul para pedagang asal Tionghoa, yang bermitra dengan saudagar Belanda tergabung dalam VOC (Verenigde Oost Companiest).

Cornelis Chasteleine, pejabat VOC, bahkan membeli lahan kepada Tio Tiong Ko seluas 1.244 hektar pada 1691 di Depok (Mampang dan Karang Anyar).

"Nama Pondok Cina itu sudah ada sejak awal dalam peta abad ke-17," kata Tri Wahyuning Irsyam, doktor sejarah dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, yang meneliti sejarah perkembangan Kota Depok.

Hal senada diungkap sejarawan Adolf Heuken. Katanya, nama Pondok Tjina dipakai untuk menyebut rumah tua Pondok Cina yang sekarang terletak di halaman Margo City.

"Sebuah rumah sudah disebut dengan nama Pondok Tjina pada tahun 1690, waktu dimiliki oleh seorang Tionghoa," tulis Heuken dalam buku "Tempat-Tempat Bersejarah di Jakarta".

Seorang saudagar Belanda yang kelak memimpin VOC, Abraham Van Rieebek, bahkan mencatat nama Pondok Tjina juga sudah tertera saat ia melakukan perjalanan untuk melihat potensi wilayah Selatan pada tahun 1704.

"Perjalanannya dimulai dari Batavia-Tjililitan-Tandjung Timoer-Seringsing-Pondok Tjina-Pondok Putjung-Bodjong Manggis-Kedung Halang-Parung Angsana (sekarang menjadi Tanah Baru)." demikian dikutip Rian Timadar dalam skripsi di Universitas Indonesia, "Persebaran Data Arkeologi di Permukiman Depok Abad 17-19".

Terpusatnya warga Tionghoa di Pondok Cina, seperti diungkap Lilie Suratminto dalam bukunya "Depok dari Masa Prakolonial ke Masa Kolonial" lantaran testamennya Cornelis Chasteleine. Di antaranya warga Cina hanya diperbolehkan berdagang pagi hingga sore di Depok. Sedangkan untuk bermukim tidak diperbolehkan lantaran memiliki kebiasaan kurang baik.

Namun begitu, perkembangan Pondok Cina tidak menjadi Pecinan seperti Glodok, Jakarta Barat. Memasuki abad ke-20, orang Tionghoa di daerah itu berkurang. Sebagian pindah ke Pasar Cisalak, sebagian lain entah ke mana. Penelitian mengenai hal ini masih sangat jarang.

Hingga kini, keturunan para pedagang Tionghoa di Pondok Cina sulit ditemukan. Peninggalan mereka hanyalah rumah tua dan kompleks pemakaman Tionghoa di belakangnya. Tradisi budaya mereka tak mengakar di wilayah itu. Imlek hanya terasa di Margo City dan Depok Town Square (Detos), dan tidak di permukiman warga. Jejak mereka menghilang. Mereka–meminjam istilah sejarawan Belanda Leonard Blusse– seperti "orang-orang tanpa sejarah". Padahal. mereka pernah ikut bersama-sama membangun sejarah Kota Depok.

Malam Jumat Kliwon Banyak yang Mandi di Sumur Tujuh Beji



Sumur Tujuh Keramat Beji yang terletak di Jalan Kramat RT09/12, Beji, Depok banyak dikunjungi masyarakat pada malam Jumat Kliwon. Masyarakat yang terpanggil Mbah Raden Wujud Beji itu datang untuk mendapatkan karomah dari para aki, buyut, dan leluhur Bangsa Indonesia.
 
"Banyak yang datang untuk mandi di sumur tujuh pada malam Jumat Kliwon. Yah yang datang itu disebut anak dan cucu," kata Pengurus Kramat Mbah Raden Wujud Beji, Marto.
Menurut Marto, anak dan cucu yang mandi di sumur tujuh itu ada yang berstatus pengusaha dan pejabat. Ada yang tinggal di Depok dan juga datang dari seluruh Indonesia. Setelah mandi, mereka meminta kepada Allah SWT agar rezeki, jodoh, dan kematian sesuai dengan harapan mereka di tempat patilsan Mbah Raden Wujud Beji.
 
"Sumur tujuh merupakan sumber kehidupan. Airnya mengandung karomah. Sebelum berdoa kepada Allah SWT mandi dulu. Berwudhu juga sudah cukup untuk memanjatkan hajat ke Sang Pencipta. Dari tujuh sumur hanya tiga sumur terakhir yang digunakan, karena sisanya berada di luar," paparnya.
 
Marto menjelaskan, patilsan sumur tujuh Mbah Raden Wujud Beji merupakan pusat tempat para ghaib. Orang-orang yang datang adalah orang yang terpanggil untuk mendapatkan berkah. Namun mereka tetap memohon kepada Allah SWT agar hajatnya terkabul. Ada yang sampai tiga malam menginap dan ada juga yang cukup sehari berdoanya.
 
"Saya hanya membimbing dan yang meminta orang bersangkutan. Apakah usaha menjadi lancar, dan naik jabatan hanya orang itu dan Allah SWT yang tahu. Saya tidak tahu apa keinginan mereka," tandasnya.
 
Marto berharap kepada Pemkot Depok untuk merawat dan melestarikan patilasan Mbah Raden Wujud Beji. Sebab patilsan itu merupakan bagian sejarah Kota Depok. Nama Kecamatan Beji pun berasal dari nama tempat patilasan Mbah Raden Wujud Beji.

Misteri Bola Api Di Situ Gugur Pengasinan Depok

Setu 7 muara atau setu gugur seluas 18 hektar di wilayah perbatasan kelurahan Pasir Putih dan Kelurahan Bedahan yang telah berubah fungsi menjadi daratan ternyata menyimpan mitos yang menarik perhatian warga sekitar. Di area setu tersebut setiap malam pergantian tahun sekitar pukul 23.30 hingga 00.30 WIB selalu muncul bola api dengan warna-warni menarik seperti biru, kuning, dan merah mencuat dari tanah bekas setu ke angkasa. Masyarakat setempat menamakan bola api tersebut dengan sebutan “Braja. Munculnya Pancaran bola api itu dimitoskan masyarakat sekitar bila setu 7 muara mengeluarkan bola api maka akan ada bencana atau musibah yang akan dialami pada tahun itu.”Pengertian musibah ini sangat luas, tidak hanya terjadi di wilayah pasir putih tetapi bisa bersifat nasional,”kata Taqyudinn, warga RW03, Kelurahan Bedahan, Depok.

Saat bola api mencuat, kata Tagyudinn tidak semua warga yang menyaksikan dapat melihat pancaran sinar tersebut. Munculnya bola api berkisar antar lima hingga 10 menit saja, setelah itu turun lagi. Jadi, saat keluar bola api tidak diketahui dari sudut manapun, ada yang lihat dan ada juga yang tidak.”tuturnya.
Bola api seperti ini juga sering terjadi di wilayah jawa, namun kebanyakan muncul dari kerumunan pohon bambu. Menurut dia, fenomena alam ini biasa terjadi namun oleh warga akhirnya menjadi  mitos..

Konon, kata Tagyudinn setu 7 muara sempat menjadi tempat persinggahan prajurit kerajaan Siliwangi saat akan menuju kanal (laut). Menurut cerita dari para sesepuh setempat bahwa di tengah setu terdapat lempengan batu besar dan datar yang digunakan sebagai tempat peristirahatan prajurit dan kuda-kudanya.”Menurut sesepuh disini , Batu itu digunakan sebagai tempat singgah dan istirahat  prajurit,”katanya.
Pada tahun 1964, setu tujuh muara kembali gugur setelah sebelumnya mengalami hal yang sama tetapi berhasil di perbaiki masyarakat. Setelah gugur (jebol) situ tersebut tidak lagi diperbaiki dan didiamkan hingga kering. Akhirnya Batu besar yang berada ditengah situ amblas terurug lumpur sedalam dua meter.”Batu besar itu sekarang berada di dasar sungai dengan kedalaman dua meter, kalau kita colok dasar sungainya sedalam dua meter akan terasa benturan keras di dasar sungai, itulah batu besarnya,”ungkap Taqyudinn.

Lahan Setu Gugur yang  di kenal juga dengan sebutan situ Pasir Putih, kini telah menjadi daratan. Namun di Lahan situ tersebut masih tersisa satu aliran sungai yang bermuara ke pesanggrahan. Sebagian lahan setu juga telah  di manfaatkan warga sekitar  untuk berkebun dengan ditanami berbagai macam tanaman seperti papaya, jambu, dan pisang, bahkan ada juga yang membuat empang sebagai tempat memelihara ikan. Namun sebagian lahan lagi di tenggarai  telah dijual dan telah berdiri bangunan rumah.
Untuk mencapai lokasi bekas situ gugur atau situ Pasir Putih, bisa ditempuh melalui jalan beton sampai menuju lokasi.

H.Cilut, mantan kepala desa Pasir Putih menyatakan situ Pasir Putih mengalami jebol selama dua kali, oleh karena sering jebol masyarakat akhirnya menyebut nama situ menjadi situ gugur. Namun ia menyangkal kalau selama ini di area lahan situ gugur ada kejadian aneh berupa munculnya bola api berwarna-warni setiap pergantian tahun nasional,”Selama lima periode menjabat sebagai kepala desa, saya tidak pernah melihat kejadian aneh di area situ gugur. Semuanya biasa-biasa saja,”kata pria berumur 75 tahun ini.

Pemerintah Kota Depok berencana akan menormalisasikan kembali situ gugur atau Pasir Putih seperti setu Pengasinan. Namun hingga saat ini semuanya masih dalam tahap kajian dan hasilnya akan diserahkan ke pemerintah pusat.

Bengkel AC di Cipayung Meledak, Satu Orang Luka Parah

Pukul 22.00 WIB di Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung terjadi ledakan yang membuat warga Ratu Jaya RT 01/03 kaget saat mendengar letusan.

Ledakan tersebut diketahui dari bengkel service AC yang berlokasi di Jalan Raya Citayam, dari kejadian tersebut Ndut alias Jaya (50) pemilik bengkel mengalami luka parah.

“Pak Ndut mengalami luka parah sekali, mukanya berlumuran darah dan lansung dilarikan ke rumah sakit Bakti Yhuda dan dirujuk kerumah sakit Fatmawati. Korban mengalami luka di bagian tangan, ” kata Nanda Tito Aji salah satu saksi mata kepada depoknews.com pada, Jumat (10/10/2014).

Nanda sapaan, Pak Ngut memang setiap hari biasa bekerja hingga larut malam.

 “Suara terdengar sangat keras. Warga yang mendengar langsung melihat sumber dentuman. Saat mencapai bengkel AC. Pak Ndut terbujur dengan lumuran darah,” terangnya.
Selamet Jumanto, salah seorang warga yang memiliki tempat usaha bersebelahan dengan bengkel AC itu, menjelaskan, Pak Ndut sedang membetulkan AC. Dari dalam tempatnya memang terdengar dia seperti sedang memotong sesuatu dengan pemotong listrik. Tak lama setelah itu, ada bunyi ledakan yang begitu kencang.

 “Bahkan, etalase dagangan saya hanya terkena anginnya saja pada pecah. Dan barang dagangan saya jatu kelantai,” ungkapnya. 

Hadi W, salah seorang warga sekitar, mengaku kaget mendengar ledakan yang begitu kuat. Bahkan, rumahnya yang berjarak 500 meter dari lokasi kejadian, masih terdengar begitu kencang.

“Debu dan pasirnya saja sampai ke rumah saya. Bahkan, mobil yang diparkir alarmnya bunyi karena getarannya,” jelasnya. 

Kepala Sekolah Dimutasi, Orang Tua Siswa Protes

Depok Terkini, Lantaran kepala sekolah dimutasi, sejumlah orang tua murid SDN Cinangka 01, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan, Kota Depok protes."Selaku orang tua murid kami merasa keberatan atas dipindahkannya kepala sekolah SDN Cinangka 01, Halim Fuadi, karena beliau baru menjadi kepala sekolah tapi sudah dipindah," kata Heri, orang tua siswa kelas 6, didampingi Nasmad, orang tua siswa lainnya, Kamis (9/10). 
Seharusnya, ditambahkan Heri, pihak terkait tidak memindahkan kepala sekolah yang baru delapan bulan bertugas karena program peningkatan mutu pendidikan belum berjalan semuanya, tetapi sudah dipindah."Semenjak Pak Halim (kepsek) SDN Cinangka bertugas) sudah ada perubahan, diantaranya berjalannya komunikasi dengan orang tua siswa dan lingkungan sekitar, kebersihan sekolah juga terawat. Tapi kenapa harus dipindah," ucap Heri.

Tidak hanya itu, lanjut Heri, program pendidikan selama dipimpin Halim berjalan dengan baik. Hal ini akan berdampak meningkatnya kualitas pendidikan di SDN Cinangka 01."Kami berharap pihak terkait menangguhkan mutasi Kepala SDN Cinangka 01," tandasnya.

Nasmad menambahkan, selaku orang tua siswa merasa prihatin dengan pergantian kepala sekolah, karena dikhawatirkan akan mempengaruhi kualitas pendidikan. Tidak hanya itu,empat guru lainnya di sekolah ini juga ikut dimutasi sedangkan penggantinya hanya dua guru. Dengan kondisi seperti itu dikhawatirkan kegiatan belajar akan terganggu karena kurangnya guru."Kami minta kepada pihak dinas pendidikan untuk mempertimbangkan kembali mutasi kepala sekolah dan guru,"pinta Nasmad. 

Hubungan kepala sekolah tidak hanya dengan orang tua siswa. Termasuk juga pengurus lingkungan setempat. "Sebagai ketua Rt01/08, Kelurahan Kedaung saya menyayangkan dipindahkannya kepala sekolah, karena selama ini hubungan dengan lingkungan baik, terutama dalam menjaga keberadaan kepala sekolah selama bertugas tidak pernah bermasalah dengan pihak lingkungan maupun orang tua siswa. (Swd)

Diduga Gelapkan Rp 661 Juta, Dirut Bank di Depok Diciduk Polisi

Seorang direktur utama (Dirut) Bank BPR Dana Lestari diciduk pihak kepolisian terkait dugaan penggelapan uang perusahaan sebesar Rp 661 Juta, Dirut yang berinisial S itu langsung digiring ke kantor polisi setelah dilaporkan oleh pihak perusahaan yang mengetahui adanya penggelapan..

Komisaris Bank BPR Dana Lestari, Depok, Sunyito membenarkan saat awak media mencari tahu lebih dalam. Ia mengatakan, kasus ini terungkap setelah pihak perusahaan melakukan audit secara internal, yang ternyata digelapkan oleh S, jumlah uang yang digelapkan pun cukup banyak, mencapai Rp 661 Juta.

“Melihat ini kami langsung laporkan ke polisi untuk ditindak lanjuti, untuk saat ini hanya itu. Selebihnya saya No Coment,” paparnya saat membenarkan kabar tersebut di kantornya, Jalan Raya Bogor Km 31, Rt 05 /Rw 05, no 14 Kelurahan Cisalak, Kecamatan Cisalak Depok, Jumat (10/10/14). 

Sementara itu, Kanit Idik V Kamneg Polresta Depok, AKP Ary Hendro mengatakan, yang bersangkutan masih terus dipintai keterangan terkait kasus ini. Untuk statusnya sendiri belum tersangka, oleh sebab itu polisi terus menyelidiki kasus ini lebih dalam lagi.

“Kasus ini masuk pada pasal 374 tentang penggelapan dalam jabatan,” singkat Ary kepada Depokterkini. 

(Febryawan)

Rumah Kontrakan Cisalak Dilalap Sijago Merah

Diduga kuat hubungan arus pendek pada listrik, Rumah Kontrakan 6 pintu di ang Masjid, RT 01/03 Kelurahan Cisalak, Sukamajaya, Depok, ludes dilalap sijago merah, Kamis (9/10/14).

Depok Terkini Cisalak - Menurut RT 01/03, Baharudin mengatakan, pada pukul 05.15 wib terlihat asap mengepul disalah satu kontrakan itu, kemudian api sangat cepat menjalar dan menghanguskan 6 bangunan rumah kontrakan satu lantai itu.

“Untungnya keadaan masih pagi, jadi warga belum pada berangkat kerja. Melihat api sudah menyebar di rumah itu, warga sekitar sigap memadamkan dan mengantisipasi agar api itu tidak menjalar ketempat lainnya,” ungkapnya kepada depokterkini.com.

Sementara salah satu saksi kejadian, mantan RT 02/03, Nalim mengatakan, pada saat kejadian tidak ada seorangpun penghuni berada di rumah itu.

“Warga tahunya api sudah besar, sehingga tak bisa membantu menyelamatkan barang-barang di rumah kontrakan yang dihuni, hanya ada 1 unit TV dan 1 unit kulkas yang bisa diselamatkan selebih nya terbakar,” katanya.

Kasi Pemerintahan Kelurahan Cisalak, Rini Eka Sari menanggapi hal ini mengatakan, pihak kelurahan sudah koordinasi ke pihak terkait seperti Polisi, Damkar, Puskesmas, dan Dinas Sosial Kota Depok untuk ditindaklanjuti akibat kebakaran tersebut.

“Pihak Kelurahan Cisalak telah berkoordinasi ke dinas terkait, khususnya ke Dinas Sosial Kota Depok untuk ditindaklanjuti akibat musibah kebakaran ini. Perlu tidaknya ada bantuan kemanusiaan Dinas Sosial lah yang menentukan,” pungkasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya kerugian materi yang ditaksir ratusan juta dalam musibah kebakaran tersebut. (Mir/dn)

Pembongkaran Kios dan Lapak di Terminal Kota Depok Kondusif

Setelah diberikan surat peringatan dan sosialisasi akhirnya kios dan lapak yang berada di Terminal Depok dibongkar Satpol PP dibantu aparat kepolisian dan TN , Rabu (8/10/14). Pembongkaran yang berlangsung sejak pukul 05 pagi tersebut berlangsung kondusif. 

Tampak alat berat dikerahkan untuk merobohkan kios-kios yang berada di area terminal tersebut. Untuk menjaga keamanan para penghuni dan masyarakat lainnya, salah satu petugas menyerukan dengan pengeras suara untuk memastikan kios dalam keadaan kosong sebelum dibongkar.

“Pastikan didalam dalam keadaan kosong, baru dibongkar,” seru petugas melalui pengeras suara.

Petugas juga mengatakan barang-barang milik para pedagang akan diamankan supaya tidak hilang.

“Kita akan membantu untuk mengamankan barang-barang para pedagang, mumpung personil kita sekarang banyak dan juga ada armada,” kata petugas ketika menajwab pertanyaan salah satu pedagang tentang barang-barangnya.

Sebelum pembongkaran 1.300 personel gabungan dari TNI, Polisi, Satpol PP, dan petugas Dinas Perhubungan melakukan apel dan koordinasi di Lapangan Balai Kota Depok. Apel tersebut dilakukan sejak pukul pada pukul 3.30.