Showing posts with label limo. Show all posts
Showing posts with label limo. Show all posts

Majelis Zikir Hizib Hirzul Jausyan Gelar Harlah

Limo | Depok Terkini

Menyambut Hari Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia, Majelis Zikir Hizib Hirzul Jausyan menggelar Harlar di Masjid Kubah Emas (Dian Almahri), Jalan Raya Meruyung, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok, Selasa (16/8).

Harlah yang dihadiri sedikitnya 300 peserta dihadiri Kasat Bimas Polresta Depok Kompol Suharto, Pelda Syafrudin dari Koramil 07/Limo, dan para tokoh agama sekitar.

Ustad H.Junaidi dalam tausyiahnya mengatakan, majelis zikir kini telah berusia tujuh tahun dan semoga makin amanah dan berkah bagi masyarakat.

Terkait hari kemerdekaan Indonesia, Junaidi berharap negara Indonesia semakin hebat, rakyatnya makmur dan pemimpin Indonesia adalah pemimpin yang amanah,

"Mari kita doakan agar Indonesia selalu aman sentosa dan bisa menjadi negara yang kuat dari berbagai sektor,"ujar Junaidi.

Ia juga berharap majelis zikir ini dapata berguna bagi para jemaah dan masyarakat sekaligus dapat mendidik generasi muda agar memahami pentingnya berzikir.

" Mari kita ciptakan generasi penerus bangsa yang memiliki moral yang baik dan juga bisa merasa, bukan merasa bisa,"tandas Junaidi.(ndi)

Warga Kecamatan Limo Butuh Puskesmas dan SMK Negeri

Limo | Depok Terkini

layanan kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Limo dinilai masih belum optimal. Pasalnya di wilayah tersebut hingga saat ini hanya memiliki satu fasilitas Pusat Kesehatan Masyarakat (PUskesmas). Puskesmas yang berada di wilayah kelurahan Grogol itu dianggap terlalu jauh oleh warga dari kelurahan lain. Karenanya dibutuhkan lagi satu atau dua Puskesmas untuk bisa menjangkau masyarakat.

"Kualitas layanan kesehatan masih belum optimal karena hanya ada satu Puskesmas. Kita butuh satu atau dua lagi Puskesmas untuk mengakomodir warga dari kelurahan lain. Karena itu akan diusulkan kegiatan prioritas dalam Musrenbang,"ujar Camat Limo, M Hakim Siregar saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Limo, di Casa Grande Kelurahan Grogol, Limo, Depok, Senin (18/1).

Selain itu, lanjut Hakim, kualitas pendidikan juga masih kurang karena belum adanya Sekolah Menengah Kejuruan di Kecamatan Limo."Kualitas pendidikan SMK Negeri sangat dibutuhkan warga untuk bisa ikut kualifikasi dari perusahaan. Kami akan usulkan juga agar dibangun sekolah SMK di Kecamatan Limo,"tegas Hakim.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Ma'mun Abdullah dari fraksi PPP mendukung penuh usulan penambahan fasilitas Puskesmas dan pendirian SMK Negeri di wilayah Kecamatan Limo."Kita butuh pembangunan skala besar seperti pembangunan Puskesmas. Saya sangat mendukung untuk segera dibangun Puskesmas di wilayah Kelurahan Meruyung atau Limo,"tegas Ma'mun.

Ia mengatakan, sebenarnya pembangunan Puskesmas bisa dilakukan asalkan lahannya sudah tersedia. Karena itu, Ma'mun meminta Camat dan Lurah untuk bisa duduk bersama dengan para pengembang terkait penyerahan fasos fasum."Kita kesulitan mencari lahan, kalau masalah anggaran bisa dianggarkan di dewan. Di Limo banyak pengembang yang bisa diambil aset fasos fasumnya. Jangan khawatir, kalau ada usulan prioritas akan kami prioritaskan,"ungkap Ma'mun.

Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad mengatakan, usulan pembangunan Puskesmas dan SMK akan dimasukkan di OPD terkait sekaligus disinergikan dengan kecamatan lain."OPD berhak mengusulkan itu pada Musrenbang tingkat kota dan disinergikan dengan OPD serta kecamatan lain,"jelas Idris usai membuka Musrenbang Kecamatan Limo.

Ia menjelaskan, program pemerintah kedepan adalah pengadaan Puskesmas rawat inap 24 jam di setiap kecamatan. Artinya Puskesmas yang sudah ada akan ditingkatkan statusnya menjadi Puskesmas rawat inap."Wajar kalau di Kecamatan Limo membutuhkan Puskesmas untuk peningkatan sarana fasilitas kesehatan yang bisa rawat inap. Sesuai Perda RTRW kita akan melakukan pemerataan pembangunan,"jelas Idris.

Pembangunan tidak hanya terfokus di Margonda saja, tetapi akan dibagi di empat zona yaitu Sawangan-Bojongsari, Cinere-Limo, Cimanggis-Tapos dan Cipayung-Cilodong."Namun semuanya disesuaikan, mana yang prioritas demi pemerataan pembangunan,"tandas Idris.(ndi)

Wujudkan Ideologi Bela dan Beli Produk Indonesia

Limo | Depok Terkini

Dalam upaya memperkuat ekonomi masyarakat Kota Depok, Ketua IIBF kota Depok Haji Acep Al Azhari berkomitmen mewujudkan ideologi mencintai dan membela produk Indonesia.

Hal itu dikatakan Acep dalam acara Seminar dan Talkshow Beli dan Bela Produk Depok, di gedung A2C Jalan Raya Limo, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Depok, Selasa (10/11).

"Kalau bukan kita yang melakukan dikhawatirkan akan dikuasai asing, dulu para pahlawan kita dapat menguasai tanah air negeri ini, karena sangat jelas dalam membela bangsa. Karena itu, kata Acep kita harus memiliki ideologi yang bernilai sejarah, yaitu beli dan bela Produk Indonesia."tegasnya.

Menurut dia, saat ini ideologi itu telah hilang, dan ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah, pengusaha, media, ulama dan masyarakat untuk kembali membangun karakter agar timbul ideologi baru, bela dan beli produk sendiri, khususnya di Kota Depok,"jelas Acep.

Ia mencontohkan negara Jepang sudah terbangun karakter yang kuat yakni bangga membeli produk sendiri, meskipun dengan harga mahal."Di Jepang sudah terbangun karakternya, sedangkan di Indonesia belum. Media juga harus mampu menggiring opini agar masyarakat mau bela dan beli produk Indonesia,"tuturnya.

Ia mengatakan, pengusaha Depok sangat peduli untuk dapat meningkatkan perekonomian di Kota Depok meskipun belum seluruh pengusaha peduli terhadap produk Indonesia."Masih ada pengusaha yang lebih banyak mencari keuntungan daripada bela produknya. Ini menjadi tantangan tersendiri,"ungkap pemilik Resto Gabus Pucung itu.

Ia menjelaskan, di IIBF Kota Depok terdapat kelompok kerja, yaitu kelompok yang menangani pembangunan karakter."Saat ini masih banyak pengusaha yang lemah karakternya untuk membela produk Indonesia. Karena itu, kita bangun karakternya, kalau bukan kita siapa lagi. Tidak perlu saya jelaskan, kita bisa lihat sendiri bagaimana penguasaan asing mendominasi ekonomi kita "terangnya.

Untuk membangkitkan perekonomian Indonesia, lanjut Acep, harus dilakukan dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, Namun tetap harus menumbuhkan ideologi baru bela dan beli produk Indonesia."Ideologi ini menjadi senjata utama dalam melawan dominasi asing,"tegasnya.

Khusus Kota Depok, kata Acep, sudah dimulai gerakan bela dan beli produk Indonesa sejak Juli 2015 melalui komunitas IIBF."Kita baru mulai gerakan ini, semua lapisan masyarakat akan di datangi diantaranya sekolah, pesantren, dan kampus-kampus. Kita juga minta bantuan ulama dan tokoh masyarakat untuk sama-sama bergerak,"tandasnya.(ndi)

Ratusan Spanduk Liar di Jalan Raya Limo Diturunkan Satpol PP

Limo | Depok Terkini

Ratusan spanduk tak berizin dan tidak sesuai penempatannya di copot Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok di sepanjang Jalan Raya Limo, Kamis (1/10). Penertiban spanduk tersebut rutin dilakukan Satpol PP sesuai dengan rute dan jadwal yang telah ditentukan.

"Kebanyakan spanduk yang diturunkan spanduk perumahan, dan bimbel. Namun ada juga spanduk yang berizin tetapi salah penempatannya, tetap kami turunkan,"ujar Budi Setiyono Komandan regu Reklame Satpol PP Kota Depok saat ditemui di Jalan Raya Limo.

Menurut dia, di sepanjang jalan Limo ini tidak ada tempat atau sarana untuk pemasangan khusus spanduk. Sehingga banyak spanduk pengembang yang tercatat resmi membayar pajak namun kesulitan untuk pemasangannya."Banyak keluhan dari masyarakat khususnya pengembang, mereka banyak komplain ke kita, karena spanduknya tetap diturunkan meskipun sudah bayar pajak,"jelas Budi.

Ditempat terpisah, Kasatpol PP Kota Depok, Nina Suzana menegaskan, masalah tempat pemasangan spanduk yang terbatas itu merupakan kewenangan Dinas Tata Ruang dan Pemukiman. Sedangkan tugas Satpol PP hanya menertibkan spanduk yang melanggar."Prinsipnya spanduk yang terpasang sifatnya membahayakan, melanggar, dan tidak berizin tetap kita turunkan. Tidak ada rasa was-was bagi kami, itu sudah tugas,"tegas Nina usai mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila di lapangan Balaikota Depok.

Setiap harinya, kata Nina, sebanyak 100-150 spanduk diturunkan di seluruh wilayah Kota Depok. Penertiban dilakukan rutin setiap hari dengan menerjunkan tiga regu ditambah personil Kasi Trantib yang ada di kecamatan."150 spanduk setiap hari diturunkan di tingkat kota, belum termasuk di tingkat kecamatan. Kebanyakan pelanggarannya tidak berizin,"tandas Nina.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kota Depok, Kania menjelaskan bahwa tahun ini telah dianggarkan pembangunan panggung khusus tempat pemasangan spanduk di sejumlah titik. Namun jika dirasakan kurang dalam anggaran tambahan ini, maka akan ditambah pada anggaran tahun berikutnya."Sebenarnya sudah ada satu tempat pemasangan spanduk disetiap kecamatan. Sedangkan pembangunan di ABT ini cuma satu karena target kegiatan dilakukan penunjukkan langsung senilai Rp.200 juta. titik yang akan dibangun masih ditentukan,"pungkas Kania.(ndi)

Sapi Impor Dilarang Buat kurban

Limo | Depok Terkini

Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Depok melarang sapi impor untuk dijadikan hewan kurban sebelum sapi tersebut dikarantina selama tiga hingga empat bulan lamanya.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Depok, Hj Ety Suryahati di sela-sela peninjauan hewan kurban di Kampung 99, Kecamatan Limo, beberapa hari lalu.

“Untuk sapi impor murni yang baru datang itu tidak boleh langsung dikurbankan. Harus ada proses penggemukan terlebih dahulu antara 3-4 bulan, setelah itu baru bisa dikurban,” ujar Ety.

Ia menjelaskan, bahwa sapi impor yang baru turun dari kapal dan belum dilakukan proses karantina, kondisinya masih kurus. Jadi, kata dia, sapi-sapi impor itu harus melalui proses karantina terlebih dahulu.

“Terkecuali induknya impor dan melahirkan di Indonesia, baru boleh. Itu namanya sudah indo,” paparnya.

Lebih lanjut ia memprediksi, hingga H-1 perayaan Idul Adha 1436 Hijriyah, hewan kurban yang masuk diperkirakan akan mencapai 25 ribu hingga 30 ribu yang terdiri dari sapi dan kambing.

“Kami berpatokan pada tahun lalu, itu data seris. Memang trendnya terus meningkat. Itu tidak dikurban semua. Dari jumlah tersebut yang dikurban mencapai 50 persen, sapi lokal yang kebanyakan dikurban,” jelasnya.

Mantan Sekretaris Daerah itu menjelaskan, bahwa hewan kurban yang berdatangan ke wilayah Depok berasal dari wilayah Jawa Timur, Bali, Lampung, NTB dan hampir semua provinsi yang ada masuk ke Kota Depok.

Tak hanya itu, dirinya juga meyakini meskipun kondisi perekonomian Indonesia sedang tidak bagus, namun hal tersebut tidak berpengaruh pada niat masyarakat yang akan menjalani kurban.

“Insya Allah setiap tahunnya meningkat, ini menunjukkan keimanaan seseorang. Ini tidak terpengaruh oleh kondisi perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (rt)





Walikota Minta Kualitas Pendidikan Lebih Ditingkatkan

Sukmajaya | Depok Terkini

Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok lebih meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya memperkuat pendidikan agama disertai dengan ajaran birrul walidain. Tak hanya itu, Nur Mahmudi juga menegaskan betapa pentingnya pendidikan karakter generasi bangsa agar terbentuk kompetensi dalam jati diri.

"Hindari pergaulan bebas termasuk pacaran, karena ini dapat menjerumuskan generasi muda kearah kerusakan. Semua pihak seperti camat, lurah, lpm, guru dan unsur masyarakat harus menyuarakan ini, agar kita bisa mengantisipasi dekadensi moral,"tegas Nur Mahmudi usai meninjau pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SDN Meruyung, Limo, Depok, Jum'at (24/7).

Nur Mahmudi juga mengimbau agar guru dan sekolah melarang siswa untuk mencontek karena bisa berakibat fatal terbentuknya generasi yang malas. Karena itu, Walikota memerintahkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah, serta guru agar mengantisipasi siswa yang rawan Drop Out (DO) akibat dekadensi moral.

Saat ini, lanjutnya, pemerintah telah berupaya mengoptimalkan sarana gedung sekolah yang ada untuk penambahan sekolah baru.

"Hal itu dilakukan akibat keterlambatan  kita dalam mempercepat pembangunan gedung dan ketersediaan lahan, sehingga sarana yang kita miliki di optimalkan dengan cara masuk disiang hari, termasuk menyiapkan guru-gurunya,"jelas Nur Mahmudi.(ndi)

Kesebelasan Katar Depok Masuk Open Turnamen Pemuda Limo

Limo | Depok Terkini

Kesebelasan Karang Taruna Kota Depok (KTKD) FC di ajang Open Turnamen Pemuda Limo ke XIII telah memasuki putaran ketiga. Perjalanan KTKD hingga putaran ketiga ini terbilang mulus setelah diputaran pertama dan kedua berhasil mengalahkan lawan-lawan mereka.

Kepala Manager Kesebelasan KTKD FC, Daud Sulaiman mengatakan, bahwa kesebelasannya tampil menyerang dalam putaran ketiga yang diselenggarakan pada Selasa (26/5) sore.

“Kami maksimalkan peluang untuk menghasilkan gol. Kami tidak menganggap remeh setiap lawan yang kami hadapi, terlebih Legion yang kami dengar akan merekrut pemain asing,” ujar Daud, kemarin.

Ia menambahkan, Karang Taruna Kota Depok tetap menurukan pemain Timnas yakni Egi Melgiansyah. Selain itu KTKD FC juga akan menurunkan pemain handal lainnya seperti Maman, Madi, Pacok serta beberapa pemain dari Persikabo dan Villa 2000.

“Kami mohon do'a nya dapat memenagi pertandingan sore ini. Kami tetap memperagakan permainan menyerang dan kuat dalam pertahanan. Tentunya rata-rata pemain tersebut asli putra Depok khususnya Kecamatan Bojongsari. Mereka memang saat ini bermain di klub-klub nasional PSSI,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Karang Taruna Kota Depok, Amsori AR mengapresiasi atas keberhasilan KTKD FC yang telah memasuki putaran ketiga.

“Tentu ini perjalanan dan prestasi yang baik. Mudah-mudahan tidak terhenti di putaran ketiga, namun bisa masuk putaran final dan tampil sebagai juara,” tandasnya.
(rt)

Wawali Minta Warga Grogol Perangi Narkoba

Limo | Depok Terkini

Wakil Walikota Idris Abdul Shomad meminta warga kelurahan Grogol, Kecamatan Limo serius memerangi narkoba. Pasalnya berdasarkan data Kejaksaan Negeri Kota Depok jumlah kasus narkoba cukup tinggi.

"Dari 70 kasus perbulan di Kejari, sebanyak 50 kasus merupakan masalah narkoba,"jelas Idris sebelum membuka gerak jalan santai dan aksi bersih  yang digelar Karang Taruna kelurahan Grogol, Minggu (17/5).

Karena itu, Idris juga meminta kepada anak muda khususnya Karang Taruna untuk mengantisipasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kelurahan Grogol."Jangan sampai ada warga yang terkena kasus narkoba. Dibutuhkan peran orang tua dalam membimbing anaknya,"jelasnya.

Wawali juga mengatakan, dengan gerak jalan santai ini menandakan telah terjalin kekompakkan dan kebersamaan warga. Berkat kebersamaan warga itu, lanjut Idris, Pemerintah Kota Depok mendapatkan hadiah dari Presiden Jokowi sebagai Kota yang menjalankan laporan dan kinerja terbaik tingkat nasional."Penghargaan itu jangan membuat kita bangga, tetapi harus lebih kontroveksi. Masih banyak permasalahan yang belum diselesaikan teruma fasilitas umum dan sosial,"tandasnya.

Sementara itu, Ketua Katar Kelurahan Grogol Deni Santana mengatakan, jalan santai dalam rangka HUT Ke-16 Kota Depok diikuti sedikitnya 2000 peserta. Panitia juga menyediakan doorprice berupa barang elektronik dan sepeda motor.(ndi)

Ratusan Warga Meruyung Ikuti Lomba Jalan Santai Piala Wakil Walikota

Limo | Depok Terkini Sedikitnya 800 warga kelurahan Meruyung ikut meramaikan lomba gerak jalan santai tingka Kelurahan Meruyung, kecamatan Limo, Depok, Minggu (3/5). Jalan santai dalam rangka memeriahkan HUT ke-16 Kota Depok tersebut memperebutkan piala Wakil walikota Depok, Idris Abdul Shomad sekaligus berbagai macam doorprice. "Gerak jalan ini diikuti sedikitnya 800 warga. Lomba dibagi tiga kategori, yaitu gerak jalan perorangan, regu, dan keluarga,"ujar Ketua Panitia Lomba Gerak Jalan Santai, Wahyu Wibowo. Ia berharap dari ajang ini tercipta kebersamaan dan rasa gotong royong diantaran warga kelurahan Meruyung."Kalau warga Meruyung sehat, maka akan tercipta kebersamaan dan gotong royong,"katanya. Wakil walikota Depok, Idris Abdul Shomad usai melepas peserta lomba gerak jalan santai mengatakan, gerak jalan ini membutuhkan kedisiplinan waktu dan kekompakkan. Jadi, katanya kalau ingin menang ya harus tepat waktu dan kompak."Selamat bertanding, ciptakan sportifitas yang tinggi,"tandas Idris.(ndi)

Nama Idris Abdul Shomad Makin Dikenal Warga

Limo | Depok Terkini Nama Wakil Walikota Depok, Muhammad Idris Abdul Shomad mulai banyak dikenal masyarakat. Hal itu terungkap saat Wakil Walikota menanyakan langsung kepada para peserta gerak jalan santai di tingkat Kelurahan Meruyung, Limo, Depok, Minggu (3/5). "Siapa yang tau nama lengkap saya, tanya Idris kepada ratusan warga di lapangan Parsebo, Meruyung. Mendapat pertanyaan itu, lima orang ibu dan ana-anak langsung tunjuk tangan untuk menjawabnya."Nama bapak, kyai haji Idris Abdul Shomad,"ujar salah seorang ibu warga RW02, Kelurahan Meruyung. Mendengar jawaban itu, Idris merasa kurang puas, dirinya minta nama lengkapnya meskipun nama yang disebutkan sudah benar. Tiba-tiba seorang siswa madrasah ibtidayah maju dan langsung menyebutkan nama lengkapnya,"Namanya Muhammad Idris Abdul Shomad,"kata anak lelaki itu. Karena jawaban itu dinilai benar, Wakil Walikota langsung memberikan hadiah uang kepada siswa tersebut."Ya nama lengkap saya, Muhammad Idris Abdul Shomad. Ada juga yang menyingkat IAS, yaitu Idris Abdul Shomad,"terangnya. Usai memberi pertanyaan, Idris menjelaskan kepada peserta gerak jalan terkait HUT ke-16 Kota Depok."Sudah banyak prestasi yang diraih Depok, kemarin memperoleh penghargaan sebagai penyelenggara pemerintahan terbaik nasional dari Presiden,"terang Idris, Namun, Idris mengingatkan jangan berbangga dan lupa diri dengan banyaknya prestasi yang diraih. Justru semakin banyak prestasi semakin banyak permasalahan."Saat ini Depok sedang berbenah, doakan agar Depok bisa mencapai sesuai harapan,"harap idris.(ndi)

Wawali Beri Perhatian Khusus Warga Keturunan Tionghoa

Limo | Depok Terkini Wakil Walikota Depok Idris Abdul Shomad memberikan perhatian khusus dengan mengunjungi warga keturunan Tionghoa yang berdomisili di RW08, kelurahan Limo, kecamatan Limo, Depok, Selasa (28/4). Kedatangan Idris disambut puluhan warga keturunan Tionghoa, Camat Limo M N Hakim, para lurah, LPM, dan tokoh masyarakat setempat. "Kedatangan saya kesini untuk menginformasikan bahwa kemarin Kota Depok telah merayakan ulang tahun ke-16. Saya juga ingin menyerap aspirasi warga disini menjelang habisnya masa jabatan saya,"ujar Idris menyapa warga. Dikatakannya, di usia yang masih muda belia ini, perkembangan pembangunan Depok sudah sangat pesat dan itu semua tidak terlepas dari partisipasi masyarakat, termasuk warga kelurahan Limo."Dalam ajaran salam Tionghoa juga mengandung delapan makna, diantaranya haucu (kebaikan), Te (rendah hati), dan Thong (Setia), Semua agama juga mengajarkan kebaikan,"kata Idris. Kantoy salah satu warga keturunan Tionghoa mengaku tidak mengetahui kapan HUT kota Depok, bahkan dia bertanya kepada Wakil Walikota apa maksud dan tujuan datang kesini."Saya tidak tau ulang tahun Depok, Bapak bisa jelaskan tujuan datang kesini,"tanya Kantoy. Ketua RT01/08, Jajang Suherman selaku perwakilan warga mengungkapkan keinginan warga bahwa anak-anak keturunan Tionghoa banyak yang tidak memiliki akte kelahiran. Hal itu disebabkan perkawinan beda agama antara warga keturunan Tionghoa itu sendiri,"Mereka ada yang memeluk agama kristen, Konghucu, dan lainnya. jadi perkawainan mereka pun tidak ada akte nikah. Kami minta perhatian khusus Pemkot Depok untuk bisa memberikan akte kelahiran dan akte nikah,"ungkap Jajang seraya menambahkan bahwa usaha warga keturunan tionghoa adalah kerajinan membuat sangkar burung yang butuh pembinaan dari pemerintah kota. Menanggapi hal itu, Idris mengatakan, diperlukan peran aktif aparat pemerintahan untuk melakukan penyuluhan, pelatihan kepada warga."Orientasinya bukan kita menunggu, tapi kita datangi mereka dengan sistem jemput bola. Kita akan fasilitasi melalui RT,RW dan kelurahan. Untuk akte nikah akan kita upayakan diadakan pemutihan,"tandas Idris. Usai berdiakog, Wakil Walikota memberikan santunan kepada warga keturnan tionghoa berupa paket sembako.(ndi)

Ratusan Anggota Gafatar Bersihkan Lingkungan Warga Meruyung

Limo | Depok Terkini Organisasi Masyarakat Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) mengerahkan sedikitnya 200 personil guna dalam bakti sosial di lingkungan Perumahah Lemigas RW09, Kelurahan Meruyung, kecamatan Limo, Depok. Aksi sosial ini merupakan tugas pokok Gafatar dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila yang saat ini dinilai sudah mengalami kemerosotan.”Kita aplikasikan kembali agar nilai yang terkandung dalam Pancasila bisa terealisasi melalui pengabdian kepada masyarakat. Kita gotong royong bersihkan lingkungan masyarakat,”ujar Wahidin, Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota (DPK) Gafatar Kota Depok, disela bakti sosial bersama warga di RW09, Meruyung, Minggu (15/2). Hadir dalam bakti sosial itu, Camat Limo, Lurah Meruyung dan warga sekitar. Sementara itu, Wahyu Ketua RW09 mengatakan, diwilayahnya banyak drainase yang tidak berfungsi dan kurang mendapat perhatian dari pengembang. Karena itu, dilakukan kerja bakti kerjasama dengan Gafatar.”saluran air disini banyak yang rusak karena ditinggal begitu saja oleh kontraktornya. Karenanya dibutuhkan kebersamaan dan gotong royong untuk membersihkannya,”ujar Wahyu.

Kantor Kelurahan Meruyung Direhab


Limo | Depok Terkini

Setelah empat tahun diusulkan untuk direhab, kantor Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo akhirnya diperbaiki.

Kantor yang terletak di Jl Amir Marsiah ini, direhab senilai Rp200 juta dari Anggaran Belanja Pembangunan Daerah (APBD) Kota Depok 2014.

Anis Fatoni, selaku lurah setempat menyatakan rasa syukur direhabnya kantor kelurahan. Ia menilai dengan perbaikan yang dilakukan Pemkot Depok ruang pelayanan lebih nyaman.

"Saya merasa bersyukur direhabnya pembangunan kantor kelurahan, karena pelayanan akan semakin baik dan pengunjung menjadi nyaman," ujar Anis, Rabu (3/12) disaat melihat bangunan kantor kelurahan yang direhab.

Ruang yang direhab, dijelaskannya, meliputi ruang kepala seksi, aula, kamar mandi, dapur serta ruang musala. Sedangkan perbaikan dilakukan pertengahan November 2014, anggaran sekiar  Rp200 jt.

"Diperkirakan sebelum akhir Desember rehab kantor sudah rampung,"pungkasnya.(Sudi)

Ribuan Siswa SD Ikut Pemeriksaan dan Penambalan Gigi Gratis

Dalam rangka peringatan Hari Listrik Nasional 2014 yang jatuh pada 27 Oktober, PT PLN Persero melalui program corporate social responsibility (CSR) berhasil memecahkan rekor MURI. Pemecahan rekor berupa pemeriksaan dan penambalan gigi dengan pelajar terbanyak di Kota Depok sebanyak 3500 pelajar dari dua kelurahan yakni Krukut dan Grogol.

Hadir dalam acara tersebut Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail, Dandim 0508/Depok Letkol Inf Santosa, Kapolsek Limo, Danramil Limo, Camat Limo, dan para Lurah.“Hidup tidak melulu soal listrik. Hal ini juga dilakukan demi konsumen. Utamanya, mendorong harapan dan masa depan bagi para pelajar. Kalau gigi sering sakit lantas banyak yang bolos sekolah. Untuk itu, kita harus jaga kesehatan agar mereka bisa sekolah dengan lancar,” ujar Sekretaris CSR PT PLN Persero Adi Supriyono di Gedung Madrasah Ibtidaiyah Riyadhul Athfal, Krukut, Depok, Rabu (22/10).

Adi berharap adanya pemeriksaan dan penambalan gigi bukan semata-mata memecahkan rekor, melainkan para pelajar punya rasa saling memiliki dengan PT PLN Persero. Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail memberikan apresiasi atas pemecahan rekor MURI. Ia mengatakan kegiatan tersebut demi peningkatan kesehatan gigi.

Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mengucapkan terima kasih kepada pihak PLN atas pengobatan gigi terhadap siswa Depok sebanyak 3500 siswa."Selamat hari listrik, PLN juga masuk rangking 477 perusahaan besar Internasional, ini sangat menghebohkan,"kata Nur Mahmudi.

Walikota berharap PLN terus meningkatkan kapasitas dan kualitas kesehatan masyarakat melalui CSR nya."Saya juga dengar PLN punya program untuk mendirikan SMK di Gandul, ini sangat memberikan kontribusi kepada pendidikan di Depok,"tandas Nur Mahmudi.