Anak Muda Kini Rentan Penyakit Ginjal, Kenali Penyebab dan Pencegahannya

 

Depokterkini.com | Beji

Kasus penyakit ginjal pada usia muda kini semakin meningkat. Jika sebelumnya gangguan ginjal lebih banyak dialami oleh kelompok usia lanjut, saat ini tidak sedikit pasien berusia 20–40 tahun yang telah mengalami penurunan fungsi ginjal, bahkan memerlukan terapi cuci darah.

Memperingati Hari Ginjal Sedunia, Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan ginjal. Dokter spesialis penyakit dalam RSUI, dr. Anindia Larasati, Sp.PD, menjelaskan bahwa meningkatnya kasus penyakit ginjal pada usia produktif berkaitan dengan perubahan gaya hidup serta meningkatnya penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi.

Penyakit ginjal kronis merupakan kondisi ketika fungsi ginjal menurun secara bertahap selama lebih dari tiga bulan. Pada tahap awal, penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala yang jelas sehingga banyak pasien tidak menyadarinya. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain mudah lelah, pembengkakan pada kaki atau wajah, perubahan warna atau jumlah urin, peningkatan tekanan darah, serta mual yang disertai penurunan nafsu makan.

“Ketika fungsi ginjal menurun, racun dalam tubuh dapat menumpuk dan memicu berbagai komplikasi kesehatan. Karena gejalanya sering tidak terasa di awal, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi gangguan ginjal sejak dini,” jelas dr. Anindia.

Menurut berbagai lembaga kesehatan global, penyebab utama penyakit ginjal kronis adalah diabetes dan hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi obat antiinflamasi atau suplemen tanpa pengawasan dokter juga dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal.

Pencegahan penyakit ginjal sejak usia muda dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti rutin memeriksa tekanan darah dan gula darah, menjaga berat badan ideal, membatasi konsumsi garam dan gula, mencukupi kebutuhan cairan, tidak merokok, serta menghindari penggunaan obat tanpa pengawasan tenaga medis.

RSUI menyediakan layanan skrining dan penanganan kesehatan ginjal secara komprehensif guna membantu masyarakat melakukan deteksi dini serta memperoleh penanganan yang tepat.(wan)



Post a Comment

0 Comments