Depokterkini.com | Beji
Campak atau measles masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang perlu diwaspadai masyarakat. Penyakit ini disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus yang memiliki tingkat penularan sangat tinggi serta berisiko menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak dan individu dengan daya tahan tubuh rendah.
Berdasarkan data global dari World Health Organization dan Centers for Disease Control and Prevention, campak termasuk salah satu penyakit dengan tingkat penularan tertinggi di dunia. Di Indonesia, kasus campak masih ditemukan setiap tahun. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan puluhan ribu kasus suspek campak terjadi sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026.
dr. Shofa Nisrina Luthfiyani, Sp.A menjelaskan, “Campak umumnya diawali dengan gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Dalam beberapa hari, akan muncul ruam kemerahan yang dimulai dari wajah, telinga, lalu menyebar ke seluruh tubuh. Tanda khas lainnya adalah munculnya bercak putih di dalam mulut atau bercak Koplik.”
Penularan campak terjadi melalui percikan saluran pernapasan (droplet) saat penderita batuk atau bersin. Virus ini juga dapat bertahan di udara maupun pada permukaan benda dalam waktu tertentu, sehingga meningkatkan risiko penyebaran.
Kelompok yang berisiko tinggi terkena campak antara lain anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi, orang dewasa yang belum pernah divaksin, serta individu dengan sistem imun yang lemah. Jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare, infeksi telinga, hingga radang otak (ensefalitis).
Lebih lanjut, dr. Shofa menegaskan, “Upaya pencegahan paling efektif adalah melalui imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella).”
Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker saat sakit, menghindari kontak dengan penderita, serta menjaga daya tahan tubuh.
Masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi lebih dari tiga hari, ruam yang menyebar luas, sesak napas, atau penurunan kesadaran. Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Rumah Sakit Universitas Indonesia menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan penyakit infeksi, termasuk campak, dengan dukungan tenaga medis profesional serta fasilitas diagnostik yang memadai.
Melalui peningkatan kesadaran masyarakat, imunisasi yang optimal, serta deteksi dini, diharapkan penyebaran campak dapat dikendalikan dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.(wan)

0 Comments