Fahmi Idris Luncurkan Dua Buku

Jakarta | Depok Terkini Politisi senior Partai Golkar, Dr Fahmi Idris meluncurkan dua buku berjudul “Saudagar Dalam Lintasan Sejarah Politik Indonesia” dan Konflik Interpretasi Konstitusi” di Balai Sudirman, Kamis (17/4). Peluncuran buku dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri, dan politisi-politisi senior lainnya. Kedua buku itu diselesaikan secara bertahap oleh mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu, dan yang diselesaikan pertama berjudul “Saudagar dalam lintasan sejarah politik Indonesia” Menurut Ketua Panitia Peluncuran buku, Fahira Idris. Sesudah Fahmi Idris tidak lagi sibuk di pemerintah, beliau lebih banyak aktif di lembaga pendidikan tinggi, dan punya waktu luang merampungkan naskah buku tersebut. Terkait buku “Konflik Interpretasi Konstitusi” setebal 322 halaman, Fahira menjelaskan berawal dari catatan Fahmi Idris sebagai politisi yang mengalami dan melihat langsung dinamika politik praktis dan konflik interpretasi konstitutsi pasca rezim Soeharto. Dikatakan Fahira mengutip penulis, di era Presiden BJ Habibie, K.H Abdurahman Wahid, dan Megawati merupakan masa ketika reformasi diwarnai dinamika yang sangat tinggi. “Kehidupan politik sangat riuh, ratusan partai politik didirikan. Konflik interpretasi konstitusi pun terjadi baik antara pemerintah dan parlemen yang dibelakangi interes masing-masing,”ungkapnya. Sementara buku “Saudagar Dalam Lintasan Sejarah Politik Indonesia” setebal 673 halaman, lanjut Fahira, merupakan hasil observasi Fahmi Idris dalam kontestasi menduduki jabatan politik. Kaum saudagar lebih memiliki peluang besar daripada kaum lainnya yang tidak memiliki cukup kemampuan finansial. Pada era kebangkitan nasional, para saudagar umumnya memberikan dukungan finansial pada berbagai aktifitas yang dilakukan kaum pergerakan, partai politik dan kegiatan penyediaan dana pendidikan bagi para pelajar.”Penyusunan buku ini dilakukan dengan pendekatan kronologis kesejarahan, ditulis dengan bahasa popular dan sederhana. Penulisan buku ini merupakan upaya pendokumentasian peran saudagar sebagai salah satu elemen penting bangsa,”tandasnya. Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengucapkan selamat dan penghargaan atas diterbitkannya dua buku oleh Fahmi Idris.”Saya tidak menduga bahwa saudara Fahmi bisa membuat buku setebal ini. Kegiatan beliau tidak berubah, saat sakit kamar beliau banyak buku berserakan sebagai referensi,”ujar Wapres. Menurut Jusuf Kalla, buku itu menceritakan berdasarkan pengalaman, baik beliau sebagai politisi dan peranan seorang saudagar.”Saya sudah baca secara ringkas. Kita berkawan sudah lama dan selalu berhubungan,”tandas Jusuf Kalla.(ndi)