Peringatan Maulid Harus Diambil Hikmahnya

Dai muda Aryanto Arkan Saputra 
Sukmajaya, Depok Terkini

Ratusan jamaah dari Kecamatan Sukmajaya, Pancoranmas, dan Cilodong antusias  menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Majelis Taklim Sirojul Munir di  musalah Nurul Jamie, RT 08/ RW 02, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Sabtu (03/02/2018).

Peringatan Hari Besar Islam juga dibarengi dengan santunan 50 anak yatim dan menghadirkan penceramah Habib Hasyim bin Faris Al Kaff, KH Qurtubi Nafis, LC dan KH Abul Hadi.

Habib Hasim Faris Al Kaaf mengingatkan kepada jamaah senantiasa untuk menncintai rasulullah, karena dengan mencintainya berarti mengikuti ajaran-ajarannya. “Sudah berapa kali kita mengikuti peringatan maulid, tentu sudah banyak, dari peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW  harus diambil hikmahnya, sehingga saudara menjadi umatnya yang beruntung,” katanya.

Sementara itu, KH, Qurtubi Nafis dalam ceramahnya mengatakan, rasulullah merupakan manusia mulia. Disaat nabi menyebarkan agama pernah diludahi, kemudian dilempar kotoran tapi tidak pernah marah. Namun saat orang yang menyakiti itu jatuh sakit, beliau mendatanginya dan membawa makanan, kemudian menyuapinya dengan lembut.

“Ini dilakukan oleh rasulullah berulang kali, namun ketika rasulullah tidak sempat memberi makan, kemudian dilakukan oleh sahabatnya. Orang yang sakit ternyata matanya buta itu, bertanya kemana orang yang biasa menyuapinya dengan kelembutan. Oleh sahabat dikatakan bahwa yang menyuapinya itu merupakan rasulullah, dia menangis, kemudian orang menyakiti rasulullah itu membaca kalimat syahadat, masuk Islam,” tandasnya.

Di tempat yang sama, KH Abdul Hadi mengemukakan, dengan mengingat kelahiran rasulullah berarti kita menjalankan perintahNya. “Saya doakan warga di sini, kemudian dilanjutkan anak dan keturunan menjadi orang-orang bertakwa hingga yaumul akhir,” tutupnya.

Sebelumnya, Da’i remaja, Aryanto Arkan Saputra yang diminta panitia peringatan maulid untuk ceramah,  mengajak kepada rekan-rekan remaja mencintai rasulullah hingga akhir hayat. Caranya, dengan melaksanakan salat, puasa, zakat dan berbuat kebaikan lainnya.

 “Begitu besar cinta rasulullah terhadap umatnya. Hal itu dibuktikan saat sakarotil maut Baginda Nabi Muhammad SAW yang  didampingi  malaikat Jibril meminta agar jangan beri kesakitan sakarotil maut terhadap umatku,” ujar siswa MTs Al Awwabin.

Sebagai remaja, ia juga mengakui masih banyak khilaf dan lupa. Hal ini juga mengingatkan dirinya untuk mencintai rasulullah tidak hanya dibibir, tapi senantiasa mengikuti ajarannya.(dib)

Post a Comment