Breaking News

recent

Empat Bulan Beroperasi, Bank Sampah Hegar Miliki 15 Nasabah

Beji, Depok Terkini

Warga RT 09/01 Kemiri Jaya, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Depok mendirikan bank sampah untuk menambah pendapatan keluarga serta menjaga lingkungan tetap sehat dan bersih.

Meskipun pendirian bank sampah tersebut sempat dicemooh dan tidak mendapat simpati warga, namun lima warga pencetus pendirian bank sampah tetap yakin dan optimis dapat mewujudkan cita-cita mereka.

Menurut Een Sumiati, salah seorang penggagas bank sampah, warga RT 09/01, Kelurahan Beji mengatakan, pendirian bank sampah ini berawal setelah dirinya mengikuti sosialiasi terkait manfaat dari bank sampah di lingkungan RT 07/01.  Selanjutnya dirinya mengajak empat warga lainnya untuk mendirikan bank sampah dan ternyata mendapat dukungan juga dari Ketua RT dan RW setempat.

"Awalnya kami pesimis tidak bisa mewujudkan bank sampah, namun berkat dorongan dan semangat dari warga akhirnya terwujud juga bank sampah Hegar meskipun nasabahnya hanya lima orang," kata Een di kediamannya, Kamis (10/01/2019).

Sementara itu, Ketua Bank Sampah Hegar, Rini Rustiani menambahkan, bank sampah yang berdiri sejak November 2018 saat ini sudah memiliki 15 nasabah. Bahkan bank sampah unit baru komunitas warga Beji yang baru berusia empat bulan ini sudah mendapat bantuan operasional dari Laz Zakat Sukses.

"Awalnya memang sulit mengajak, namun semakin hari banyak juga warga yang datang saat penimbangan sampah. Sekarang dua kali dalam sebulan dilakukan penimbangan sampah. Barang yang terkumpul langsung diambil oleh pengepul, jadi tidak ada penumpukkan sampah disini," ungkap Rini.

Dia mengatakan, melalui bak sampah, warga dapat memilah sampah untuk dipilih jenis barang mana yang dapat disetorkan ke bank sampah. Adapun jenis barang yang dapat disetorkan ke bank sampah meliputi 40 item dengan harga bervariasi, diantaranya kertas, plastik, botol air mineral, logam, kaca, tembaga, kardus dan lainnya.

Dari hasil penimbangan akan dicatat dan dihitung sesuai sesuai dengan harga barang, selanjutnya dimasukkan dalam buku tabungan."Dari sampah bisa mendapatkan uang, sehingga menambah kebutuhan ekonomi warga. Uang nasabah yang terkumpul rencananya akan dicairkan menjelang lebaran," tutup Rini.(ndi)

No comments