Breaking News

recent

250 Siswa SDN Sugutamu Dapat Kaos Kementerian Perindustrian

Baktijaya | Depok Terkini

Sebanyak 250 siswa SDN Sugutamu yang dipimpin Rumintang Manurung, Sabtu (4/6), masing-masing mendapat satu kaos yang diserahkan oleh Kepala Balai Diklat Industri Kementerian Perindustrian Edi Syahrir dan Meyerfin selaku penyelenggara Diklat 300 tenaga kerja industri garmen.

 Penyerahan kaos kepada siswa tersebut didaksikan Kepala UPT Pendidikan TK/SD Kecamatan Sukmajaya Abdul Hamid dan Ketua Komite SDN Sugutamu Rivai.

"Kaos yang dibagikan kepada siswa dan guru ini merupakan hasil dari produk para peserta diklat yang diselenggarakan baru-baru ini. Hasil produk ini tidak dijual, tetapi diberikan kepada peserta didik untuk dimanfaatkan," kata Syahrir.

Pada kesempatan itu Abful Hamid sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Balai Diklat Industri Kementerian Perindustrian. Diharapkan, pemberian itu bermanfaat bagi siswa dan guru. Sekaligus berharap kegiatan sosial ini dapat berlanjut kepada kegiatan sosial lainnya di sekolah tersebut dan sekolah lainnya di Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala SDN Sugutamu Rumintang Manurung, pemberian kaos dan baju seragam itu sangat bermanfaat bagi 250 siswanya kelas I-V. Dia berharap kegiatan sosial itu dapat berlanjut di hari-hari mendatang.

"Kegiatan sosial seperti ini bisa dilanjutkan dalam bentuk lain, sehingga bisa memotivasi peserta didik untuk melakukan hal yang sama di saat mereka dewasa nanti. Sekaligus untuk memotivasi mereka untuk lebih giat lagi belajar," tandas Rumintang Manurung.

Di bagian lain, Edi Syahrir mwnjelaskan, kegiatan Diklat Industri yang berlangsung selama 20 hari dan diikuti 300 peserta itu peningkatan kompetensi tenaga kerja di bidang industri garmen. Di mana pesertanya itu merupakan karyawan dari sejumlah industri garmen se-Indonesia.

"Dengan adanya diklat kompetensi ini diharapkan, industri garmen Tanah Air dapat meningkatkan daya saingnya dengan industri garmen dari luar negeri, khususnya dalam mengahadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA)," kata Edi.

Kegiatan diklat ini juga bisa diikuti oleh masyarakat umum, hanya para pesertanya bersedia ditempatkan bekerja di mana saja sesuai industri garmen yang membutuhkan. Bisa saja setelah lulus diklat mereka bersedia di tempatkan pada industri garmen di luar kota tempat tinggalnya.

"Selama ini diklat dilaksanakan bekerjasama dengan perusahan atau industri garmen, untuk meningkatkan kompetensi karyawannya. Tapi juga ada program diklat untuk masyarakat umum, hanya nantinya mereka harus bersedia ditempatkan bekerja sesuai industri yang membutuhkannya. Ini kita salurkan sesuai kebutuhan, bida saja nantinya orang Depok bekerja di industri garmen di luar Depok," tandas Mayerfin.

Namun demikian, setiap peserta diklat dibekali sertifikat kompetensi yang berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang lagi melalui proses diklat kembali.(ash)



No comments