Ini Cara KSP Makmur Menggali Potensi Lokal Kota Depok

Sawangan, Depok Terkini

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Makmur yang berdomisili di Perum BSI Pengasinan, Kecamatan Sawangan, meluncurkan batik tradisional yang diberi nama batik Tradjumas. Peluncuran batik tersebut bersamaan dengan digelarnya pelatihan membatik bekerjasama dengan Dekopinda dan PKK Kota Depok, Sabtu (11/03/2017).

Menurut Ketua KSP Makmur, Suharno. Pelatihan membatik tradisional bertujuan menggali potensi sekaligus mengembangkan minat masyarakt dalam membatik.

“Di Depok ini potensinya luar biasa, namun yang memiliki kemampuan untuk membatik masih minim. Dari itu, setelah dibuka pelatihan ini kami akan berkomitmen untuk mengembangkan minat membatik tradisional untuk menjunjung masyarakat Depok menjadi lebih baik dan sejahtera,” ujar Suharno.

Dirinya sengaja mengembangkan batik tradisional untuk menggali potensi dan nilai-nilai budaya, kultur dan sejarah yang ada di Kota Depok. Dikatakannya, Depok telah memiliki 10 batik dan memiliki hak paten, ditambah satu batik ODNR. Namun sebagian besar itu masih printing dan dari luar.

“Di sinilah kita sebagai warga Depok harus memiliki komitmen untuk mengembangkan batik tradisional. Kami mengembangkan 70 persen ikon Kota Depok seperti Gong Si Bolong, Jembatan Panus, Paricara Dharma dan Ikan Manfish,” paparnya.

Dikembangkannya batik tradisional bermotif Ikan Manfish ini tak lain, kata dia, dikarenakan Depok juga sebagai daerah pembudidaya ikan hias terbesar dan pernah menjadi juara tingkat nasional beberapa tahun lalu.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Industri dan Perikanan Dekopinda Kota Depok, Rina Nurbaiti mengapresiasi atas diselenggarakannya acara tersebut. Ia juga menyampaikan terimakasihnya kepada Suharno sebagai pemilik Galery Batik Tradjumas Depok.

“Ini suatu kesempatan yang baik untuk kami dalam bidang pemberdayaan masyarakat, karena kami lebih di peran keluarga yang mayoritas ibu-ibu. Kami mengajak teman-teman bersinergi dengan TP PKK Kota Depok dari 11 kecamatan untuk mengikuti pelatihan tersebut,” imbaunya.

Rina berharap, budaya membatik tersebut dapat menjadi unggulan dan menjadi batik tuan rumah di Depok. Dikatakannya, KSP Makmur merupakan yang pertama mengembangkan batik tradisional.

“Ini terobosan yang baik, mudah-mudahan semua bisa bersinergi baik dari UKM, koperasi maupun masyarakat Depok,” tandasnya.(ndi)

Posting Komentar

0 Komentar