Breaking News

recent

UI Kembali Kukuhkan Dua Guru Besar

Prof. Dr. dr. Zakiudin Munasir, SpA(K) 
Beji, Depok Terkini

Universitas Indonesia (UI) kembali mengukuhkan dua guru besar dari Fakultas Kedokteran (FK) di aula FKUI Salemba, Jakarta Pusat, Jum'at (12/01/2018). Mereka adalah Prof. Dr. dr. Zakiudin Munasir, SpA(K) dan Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K). Keduanya dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Anak

Prof. Zakiudin Munasir dalam pidato pengukuhannya memaparkan bahwa banyak pantangan/diet yang diterapkan ibu kepada anak penderita alergi makanan akan menyebabkan anak mengalami gagal tumbuh atau tumbuh dalam keadaan kekurangan nutrisi.

“Banyak sekali makanan bergizi tinggi tapi dianggap sebagai pencetus alergi pada anak, seperti susu sapi, telur, ikan, dan kacang-kacangan. Kalau si anak sedari kecil sudah dilarang memakan makanan-makanan ini, kedepannya mereka akan mengalami kekurangan gizi,” jelas Prof. Zakiudin dalam pidatonya berjudul “Alergi Makanan pada Anak di Indonesia dan Permasalahannya, Antara Mitos dan Fakta”.

Dia juga merekomendasikan beberapa metode pencegahan alergi makanan pada anak yang sudah terbukti, antara lain; pemberian ASI ekslusif, pemberian makanan padat usia 4-6 bulan secara bertahap yang diberi jarak 2-3 hari sambil tetap memberikan ASI, serta penghindaran asap rokok pada masa kehamilan dan tumbuh kembang anak.

Prof. Dr. dr. Rini Sekartini 
Sementara itu, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini menyampaikan pentingnya peranan pendekatan pediatri sosial dalam meningkatkan standar kesehatan suatu negara, terutama masalah kesehatan anak.

“Pediatri sosial adalah sebuah upaya menjaga kesehatan anak yang tidak hanya berfokus pada mengobati/kuratif tetapi juga mencegah/preventif dengan melibatkan tidak hanya rumah sakit, namun semua unsur penunjang kesehatan seperti keluarga, lingkungan dan sekolah,” jelasnya.

Dalam melakukan pendekatan ini, katanya, peranan data primer dalam komunitas akan sangat penting, sehingga kebijakan kesehatan anak yang dikeluarkan tidak bersifat top-down. Selain itu, kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan pihak industri juga diperlukan agar pediatri sosial dapat berjalan secara efektif dalam menangani masalah kesehatan anak.(ndi)

No comments