Pradi Nilai Pertumbuhan Penduduk Depok Masih Menjadi Misteri


Margonda | Depok Terkini
Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengatakan pertumbuhan penduduk sebanyak empat persen di Kota Depok hingga saat ini masih menjadi misteri. Apakah hal tersebut disebabkan oleh migrasi, urbanisasi atau ada hal lain yang menyebabkan jumlah penduduk terus meningkat signifikan di Depok.

“Apakah saat ini Depok sudah menjadi kota tujuan?, atau apakah secara ekonomi Depok ini sudah sangat baik? sehingga menjadi madu atau gula-gula. Ini patut disyukuri, namun di bidang kependudukan harus bersiap-siap juga,” katanya.

Karena itu, Wawali mengatakan yang harus menjadi perhatian dari data indikator tersebut adalah tingkat tinggi ratio dan tingkat pengangguran. Salah satu jawaban untuk mengatasi hal itu, kata dia, antara lain dengan mengembangkan dan memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Dalam mengembangkan UMKM sesuai dengan amanat undang-undang nomor 20 tahun 2008 tentang UMKM terdapat dua komponen utama yaitu pertama, komponen yang dapat menumbuhkan iklim usaha yang meliputi delapan aspek di antaranya pendanaan, sarana dan prasarana, informasi usaha, kemitraan, perizinan, kesempatan berusaha, peromosi dagang dan dukungan kelembagaan.

“Kedua, komponen yang dapat mengembangkan usaha meliputi empat aspek yakni produksi dan pengolahan, pemasaran, sumber daya manusia, serta riset dan teknologi,” ungkapnya.

Dari segi pertumbuhan ekonomi, Pradi menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi di Depok pada akhir 2015 lalu mencapai 7,09 persen. “Indikator ekonomi pada 2015 lalu disebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kota Depok mencapai 7,09 persen dengan tingkat tinggi ratio 0,365 persen dan tingkat pengangguran mencapai 8,44 persen,” ujarnya.

Dengan begitu, kata Pradi, tingkat pertumbuhan ekonomi di Kota Depok melebihi nasional. Namun harus menjadi perhatian pula dimana pertumbuhan manusia di Depok juga cukup tinggi.

“Pertumbuhan manusia di Depok hampir empat persen per tahun, ini luar biasa. Sementara yang lahir tidak sebanyak itu, yang lahir 2,3 persen per tahun. Namun jumlah pertambahannya hampir empat persen,” tandasnya.(ndi)