Pembuatan Biopori Masih Kurang Tersosialisasikan

Beji | Depok Terkini

Pembuatan lubang sumur resapan (biopori) belum sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Cara pembuatan biopori masih kurang tersosialisasikan di daerah-daerah maupun di perkotaan. Biopori dinilai amat cocok diterapkan di perkotaan yang intensitas penduduknya terbilang padat dengan kondisi lingkungan yang sempit dan kerap terkena banjir.

Letkol Eko dari Markas Besar Tentara NasionaI Indonesia Angkatan Darat mengatakan peran pembuatan biopori bisa mengurangi banjir. Lubang resapan mampu menampung dan menyimpan air hingga berliter-liter tergantung kedalaman lubang yang dibuat. Sayangnya, di perkotaan besar, seperti Jakarta, pembuatan biopori belum merambah ke masyarakat.

"Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak berhasil menyosialisasikan biopori. Ia tidak menyosialisasikan biopori sampai ke jajarannya, terutama pimpinan di daerah-daerah Jakarta. Oleh karena itu, masyarakat pun tidak tahu cara penanaman biopori. Akhirnya, terputus sampai di Ahok saja. Kedepannya, kalau diminta, maka kami akan menyosialisasikan hingga meluas ke masyarakat," jelas Letkol Eko di sela-sela mendampingi Penanggungjawab Rektor Universitas Indonesia Bambang Wibawarta melihat pameran dan bazaar produk-produk pangan nasional di Boulevard UI, Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Senin (17/11).

Kesadaran tumbuh seiring ada dukungan dari pemerintahnya. Letkol Eko menegaskan salah satu upaya melancarkan hal tersebut,yaitu membuat gerakan-gerakan sosial yang bertujuan memberikan pelatihan cara membuat biopori. Tanpa ada gerakan seperti itu orang tidak akan peduli.

Pemikiran kepedulian pembuatan biopori inilah yang mesti ditanamkan kepada masyarakat. Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan oleh seluruh lapisan pemerintah dari hulu ke hilir.

"Kami-TNI AD-ingin membangun pemikiran masyarakat yang sadar peduli lingkungan. Kalau tidak peduli, maka akan dikuasai kepentingan asing. Sosialisasi mesti dilakukan secara berkelanjutan serta bekerjasama dengan komunitas lingkungan," tambah Letkol Eko.

Kerjasama pencanangan dengan berbagi pihak harus dilakukan. Misal, TNI AD senantiasa bekerjasama dengan UI untuk pembuatan seribu biopori. Secara nasional, TNI AD sudah membuat 10 juta biopori di seluruh Indonesia yang masing-masing menampung air sebanyak 10-15 liter. Artinya, air yang ditampung bisa 15 juta liter air tiap kali musim penghujan tiba.