Showing posts with label limo. Show all posts
Showing posts with label limo. Show all posts

Camat Limo Siap Kembangkan Potensi UMKM


Limo, Depok Terkini
Kecamatan Limo merupakan Kecamatan terakhir yang dikunjungi tim penilaian Lomba Sinergitas Kecamatan Tingkat Kota Depok tahun 2019. Dalam lomba tersebut, inovasi dan kinerja dari seorang Camat sangat menentukan dalam penilaian.

"Tujuan lomba sinergitas kecamatan ini adalah peningkatan kinerja dari para Camat sebagai pimpinan wilayah. Mereka akan dinilai dan dievaluasi dari tahun sebelumnya, ekspos Camat sangat diperlukan terkait inovasi dan pelayanan,"kata Walikota Depok Mohammad Idris usai membuka Lomba Sinergitas Kecamatan di aula Kantor Kecamatan Limo, Depok, Kamis (14/08).

Sementara itu, Camat Limo, Zaenudin dalam program unggulannya menjelaskan akan meningkatkan potensi Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di wilayah Kecamatan Limo. Berbagai macam produk UMKM berupa produk kerajinan, rumahan dan kuliner akan terus dikembangkan. Apalagi wilayah Kecamatan Limo menjadi tempat perlintasan dua jalan tol yaitu Depok Antasari (Desari) dan Cinere-Jagorawi (Cijago). Kecamatan Limo akan menjadi kota penyeimbang dari Margonda karena dilintasi oleh dua jalan tol.

"Kita harus memanfaatkan kondisi ini sebagai peluang untuk mengembangkan UKM dengan berbagai macam produknya. Diantaranya produk rajutan, jeruk Limo, dan beberapa kerajinan
dari bahan daur ulang,"kata Zaenudin.

Dikatakan, pihaknya juga telah melakukan pembinaan kepada pelaku UKM berupa
kegiatan pelatihan managemen usaha, bahkan saat ini telah terbentuk forum
UMKM Kecamatan Limo."Kita akan mengkaitkan mereka dengan adanya bapak Asuh
dan memfasilitasi permodalan usaha melalui BJB," tutur Zaenudin.

Hingga saat ini, lanjutnya, jumlah pelaku UMKM di Kecamatan Limo tercatat sebanyak 71 UMKM, dengan berbagai macam produk yang dikembangkan."Kedepan Kita akan siapkan Ruko di Jalan Raya Limo untuk  dijadikan gerai oleh-oleh khas Depok," tutupnya.(ndi)

Kampanyekan Wasbang, Tim PPWK Sambangi SMP 13 Depok


Limo, Depok Terkini
Tim Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Kesbangpol Kota Depok menyambagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 13, di wilayah Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Depok, Senin (15/07/2019).

Kedatangan Tim PPWK dipimpin Kasi Bina Idiologi dan Wawasan  Kebangsaan Kesbangpol Kota Depok, Zulkarnain bertujuan mengkampanyekan wawasan kebangsaan (wasbang) kepada 300 siswa baru di sekolah tersebut.

Bertindak sebagai narasumber, Miranda Diponegoro dari Akademisi Universitas Indonesia, dan Sofyan dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Dalam materinya, Miranda mengajak para siswa untuk dapat merealisasikan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


"Pancasila jangan hanya dipahami saja, tetapi harus bisa diamalkan dalam kehidupan kita," imbau Dosen UI itu.

Dikatakan Miranda, ada lima sila yang yang harus direalisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, artinya kita harus saling menghormati dan menghargai antar sesama pemeluk agama. Sila Kedua Kemanusiaan yang adil dan beradab, kita harus memperlakukan orang dengan adil dan tidak membeda-bedakan status, agama, suku, ras dan lainnya. Sila ketiga Persatuan Indonesia, para siswa diingatkan untuk selalu  menjaga persatuan dan jangan mudah dipecah belah. Selanjutnya Sila

Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, artinya
bahwa masyarakat harus bermusyawarah dengan berkumpul atau mendiskusikan sesuatu dalam mengambil keputusan. Terakhir, sila kelima Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, artinya seluruh rakyat indonesia memiliki keadilan dan derajat yang sama baik dimata pemerintah maupun di depan hukum.


Sementara itu, Sofyan dalam materinya mengingatkan para siswa
 tentang Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Selain itu, Sofyan juga mengimbau agar siswa selektif dalam memilih teman.

"kawan  yang baik adalah selalu memberi motivasi dan semangat. Jangan sampai terjebak dalam memilih teman sehingga kita tidak terperosok ke arah negatif," pesan Sofyan.

Kepala Sekolah SMPN 13, Anis Budiyani mengucapkan terima kasih atas partisipasi tim PPWK Kesbangpol dalam memberikan materi wasbang," Ini sangat luar biasa, semoga menjadi amal ibadah buat anak bangsa," ucap Anis.(ndi)

Pradi Semangati Civitas Akademi GDS


Limo, Depok Terkini
Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna memberikan semangat kepada seluruh civitas akademi Ghama D'leader School (GDS) dalam memulai kembali aktifitas belajar mengajar setelah libur lebaran tahun 2019.

"Saya ucapkan selamat idul fitri 1440 Hijriyah dan terima kasih kepada Dirut GDS, H. Acep Al Azhari atas undangan halal bihalal dalam suasana kebun yang sangat menginapirasi. Semoga apa yang sudah dicanangkan GDS kedepan tentunya juga untuk kepentingan warga Kota Depok,” ujar Pradi.

Sementara itu, Direktur Utama GDS, H. Acep Al Azhari mengatakan negara-negara maju di kawasan Asia membangun sumber daya manusianya melalui pendidikan karakter. “Korea Selatan, yang merdeka hampir bersamaan dengan Indonesia, bisa maju seperti sekarang ini karena hasil pendidikan karakter warga negaranya,” ujar Acep.

Karena itu, katanya, di lembaga pendidikan kejuruan yang dikelolanya tak semata melatih para siswa menjadi pekerja semata. Mereka dilatih untuk juga berfikir  seperti merancang satu program dan targetnya.

Acep pun merancang di kompleks pendidikannya seluas enam hektar seperti Silicon Valley di Amerika Serikat. Dia pernah berkunjung ke sana dan menyaksikan  semua kegiatan usaha di situ serba maju karena sumber daya manusianya berkualitas dan berkarakter serta didukung kecanggihan IT-nya.

“Di sini juga bisa membuat kawasan yang merangsang setiap orang sebagai pekerja juga berfikir, sementara mereka yang diposisi pemikir juga terbiasa kerja,” tandasnya.(ndi)

Majelis Taklim Darul Hadi Fokus Berdayakan Ekonomi Umat


Limo, Depok Terkini
Ketua Majelis Taklim Darul Hadi, Rasyid menegaskan bahwa organisasinya yang
beranggotakan 40 orang terdiri para ustad dan kyai akan fokus pada pemberdayaan ekonomi umat."Darul Hadi adalah milik bersama, dan siap bekerjasama dengan organisasi apapun. Kita siap saling bahu membahu untuk sukses bersama khususnya dalam masalah ekonomi," tegas Rasyid saat acara silaturahmi di RM Gabus Pucung, Limo, Depok, Minggu (05/05).

Menurutnya, Darul Hadi hadir untuk umat dan berbagi untuk umat. Artinya para anggota terdiri dari ustad akan saling berbagi tidak hanya di Kota Depok saja, tapi juga di luar Kota Depok."Kita ingin bergerak secara bersama membangun jaringan komprehensif. Diharapkan Darul Hadi jadi mesin pemberdayaan ekonomi umat," tuturnya.

Salah satu implementasi pemberdayaan ekonomi umat, kata Rasyid, yaitu menguatkan yang lemah tanpa melemahkan yang kuat. Jadi kita membangun sinergi antara pengusaha, pemerintah dan masyarakat agar semua sama-sama mendapat untung, mendapat berkah dari usaha kemitraan yang dijalankan,” jelasnya.


Diakui Rasyid, banyak anggota Darul Hadi yang secara keekonomian masih kurang. Karena itu, pihaknya bertekad untuk bisa sukses secara bersama baik dalam dakwah ekonomi dan sosial."Dalam program jangka pendek kita telah bergerak untuk anggota dengan menyediakan paket sembako murah. Namun anggota juga bergerak untuk umat. Yang jelas ekonomi tidak akan maju kalau tidak melibatkan umat, umat adalah konsumen," terangnya.

Saat ini, lanjut Rasyid, persaingan ekonomi global sudah mulai dirasaikan, karena itu kita harus bisa membentengi diri agar ekonomi keumatan tetap berjalan."Kebanyakan dari kita senang sekali belanja di supermarket dibandingkan menghidupkan ekonomi tetangga. Walaupun harganya lebih mahal tapi tujuannya membangun ekonomi kerakyatan. Itu yang harus kita fokuskan," tandas Rasyid. (ndi)

Walikota Upayakan Pembangunan Gedung Olahraga


Limo, Depok Terkini
Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kecamatan Limo periode 2019-2023 secara resmi dilantik oleh Ketua IPSI Kota Depok, Hasanudin, Rabu (03/04).
Pelantikan bertempat di Puri Kertabumi, kecamatan Limo tersebut dihadir Walikota Depok Mohammad Idris, Camat Limo Heri Gumelar, Danramil Limo, Kapten Inf Robi dan perwakilan Polsek Limo

Camat limo Hari Gumelar dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa Pencak Silat di wilayah kecamatan Limo terdapat 19 aliran. Dengan banyaknya aliran ini diharapkan IPSI kecamatan Limo dapat bersinergi dengan IPSI tingkat kota Depok.

"Kami juga berharap IPSI lebih meningkatkan kegiatan yang berhubungan dengan budaya. IPSI juga mewacanakan bisa memiliki gelanggang olahraga sebagai tempat berkreasi dan latihan. Dengan adanya gedung olahraga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah dari kecamatan limo.

" Untuk lahannya kita sudah incar lahan megapolitan, mudah mudahan bisa dikomunikasikan dengan baik dan bisa terwujud," harapnya

Sementara itu, Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan bahwa Pemerintah Kota Depok akan mengupayakan pengadaan gedung olahraga sebagai tempat berkreasi dan kegiatan anak muda salah satunya adalah Pencak Silat.

"Sesuai dengan salah satu unsur visi Kota Depok yaitu nyaman, maka Pemkot akan memfasilitasi untuk kenyamanan kegiatan keolahragaan dan kegiatan anak muda.

"Mudah mudahan pembangunan gedung olahraga bisa teralisasi," harap Idris

Walikota meyakini pembangunan gedung bisa terealisasi jika dilakukan secara gotong royong dan bersama.

"Seberat beratnya masalah kalau kita gotong royong pasti bisa diselesaikan. Jadi pemerintah hanya bisa memfasilitasi dan untuk merealisasikannya diperlukan kolaborasi dan gotong royong secara bersama. Kita harus rame rame berbudaya sesuai tagline Hut Kota Depok ke 20," tuturnya.

Idris berharap budaya gotong royong bisa menjadi inspirasi dan penguat bagi kita untuk mengangkat budaya kota Depok menjadi lebih dikenal dan populer." Budaya Kota Depok harus  dikenal dan dipopulerkan. Kita harus memiliki  branding yang baik dan jangan salah alamat," tandasnya.(ndi)

Pradi Hadiri Milad Ke-2 Golok Depok



Limo, Depok Terkini
Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna menghadiri milad ke-2 Golok Depok yang digelar di Kampung 99 Pepohonan, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok, Minggu (17/03/2019).

Hadir pula dalam milad tersebut, Camat Limo Hery Gumelar, Kapolsek Limo, Danramil 07/Limo Kapten Inf Robi, Lurah Meruyung, anggota DPRD Depok, serta anggota komunitas persaudaraan golok Depok. 

Dalam kesempatan tersebut Pradi mengatakan, kegiatan ini bukan hanya ingin melestarikan salah satu budaya di Kota Depok, tetapi juga memperkenalkan ciri khas budaya kota Depok, yaitu golok Depok.

"Milad ke-2 Golok Depok ini untuk menumbuhkan semangat berkreasi. Golok Depok bukan hanya sekedar lambang saja, tetapi juga memiliki nilai unsur budaya," ujar Pradi.


Dikatakan Pradi, makna dari golok Depok bukan berarti kita gagah-gagahan dan terkesan golok itu menyeramkan dan galak. Tetapi harus dipahami nuansa budayanya dengan tidak meninggalkan rasa persaudaraan. Karena itu, kita harus bisa menggali informasi sedalam-dalamnya sampah sejauh mana pemahaman kita terkait golok Depok."Kenapa kita menjadikan golok sebagai budaya Depok, ini bukan sekedar gagah-gagahan tetapi kita harus mengerti tentang golok Depok. Ini merupakan ciri budaya kita," tuturnya

Menurut Pradi, berdasarkan pengalamannya berkunjung ke berbagai daerah di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Terdapat beberapa senjata yang menjadi ciri khas nuansa budaya mereka, seperti rencong di Aceh, mandau di Kalimantan, Kujang di Jawa Barat, Keris di Jawa Tengah, clurit di Madura, badik dari Sulawesi, Klewang Sumatra Selatan, dan Belati dari Papua."Kita juga ingin memunculkan golok sebagai unsur budaya Depok. Ini potensi luar biasa dan harus ditonjolkan," tegas Pradi.

Selain itu, Orang nomor dua di Kota Depok itu juga ingin memperkenalkan budaya lain di Depok, seperti bahasa Depok yang lebih kental kepada bahasa betawi. Seperti kata bentet, jojogan, dan ngejedok."kita jangan malu dengan bahasa seperti itu, itu ciri budaya Depok yang harus dipahami. Di Bekasi saja bisa kok bahasa seperti itu jadi budaya mereka, kenapa kita tidak. Kita harus menyelamatkan budaya Depok kepada generasi selanjutnya dengan memahami budaya kita sendiri," tandas Pradi.(ndi)

Milad Pertama, Debar Berencana Santuni 100 Anak Yatim


Limo, Depok Terkini

Koran Mingguan dan Online Debar (Depok Pembaharuan) merayakan akan menggelar Santunan bagi 100 anak yatim dan Lauching Debar Channel pada HUT Pertamanya 11 Maret 2019 di Balaikota Depok. 

"Alhamdulillah, saya mohon doa restu dan dukungannya, semoga kegiatan Milad yang pertama Debar berjalan lancar dan sukses," kata Pimpinan Umum Debar H.Acep Al Azhari, Kamis (07/03/2019).

Acep mengatakan, penyelenggaraan Milad Debar yang pertama ini terpadu dengan kegiatan Festival Kudapan Lokal Kota Depok. "Insya Allah acara se-Tahun Debar ini dihadiri oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok dan para OPD," ujarnya.

Sementara Pimpinan Redaksi Adie Rakasiwi yang juga Ketua Pelaksana se-Tahun Debar menambahkan, persiapan pelaksanaan Hut Debar sudah mencapai 80 persen. Dalam kegiatan tersebut juga diisi pencerahan bagi media dan awak wartawan dengan menghadirkan Bapak wartawan senior PWI Jaya dan dari Republika.

"Dukungan dan suport dari rekanan Debar sangat baik. Ini merupakan satu motivasi Debar dapat berbagi pada anak yatim di usia pertamanya," ungkapnya.

Untuk suksesnya acara tersebut, Adi berharap rekan- rekan wartawan dapat menghadiri kegiatan tersebut. "Luangkan waktu sebentar untuk berbagi dengan anak yatim di se-Tahun Debar. Mau tahu rangkaian acaranya, datang diacaranya, penuh kejutan," ucapnya.(ndi)

Hacordeducate Siap Antarkan Lulusan SMA/SMK Masuk Perguran Tinggi Negeri


Limo, Depok Terkini
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin meresmikan sekaligus memberikan
apresiasi berdirinya Lembaga konsultan pendidikan Hacordeducate di gedung A2C, Jalan Raya Limo, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Depok, Sabtu (02/03/2019).

"Saya sangat apresiasi berdirinya lembaga konsultan pendidikan ini, saat ini memang sangat dibutuhkan lembaga seperti ini. Semoga lembaga pendidikan Hacordeducate ini bisa memberikan capaian target indikator pendidikan sesuai dengan RPJMD Kota Depok," kata Thamrin usai disela acara launching Hacordeducate.

Berdasarkan data yang dimiliki, lanjut Thamrin, indeks pendidikan masyarakat Kota Depok saat ini berada di angka 11,5 tahun. Artinya kisaran lama pendidikan masyarakat Depok hanya sampai kelas 2 SMA. Dengan adanya lembaga Hacordeducate diharapkan bisa memberikan bimbingan berkaitan dengan angka total lama pendidikan yang harus dicapai warga Kota Depok minimal D3," harap Thamrin.

Sementara itu, Direktur Ghama d'leader School (GDS) Group, H. Acep Al Azhari
mengatakan, berdirinya Hacordeducate menjadi bagian dari sebuah ekosistem bertujuan mengantarkan siswa/siswi lulusan SMA/SMK untuk bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia.

"Saat ini Hacordeducate konsentrasi memberikan bimbingan belajar masuk Universitas Indonesia (UI) dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)," tutup Acep.(ndi)

Smart Parenting GDS 2018 Sinergikan Orang Tua Siswa dengan Sekolah

Limo, Depok Terkini

Dalam upaya mensinergikan kegiatan pendidikan di sekolah dengan para orang tua siswa, Ghama
d'leader School (GDS) menggelar Smart Parenting di halaman SMK Ekonomika, Jalan Raya Limo, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Depok, Sabtu (15/12).

Smart Parenting digelar selama tiga hari, Kamis-Sabtu 13-15 Desember 2018 disambut antusias para
orang tua siswa dari tujuh sekolah dibawah naungan GDS group, yaitu SDIT Ghama Junior, SMPI
Gelora, SMPI Ghama Al-Fatih, SMAI Ghama Al-Rasyid, SMK Ekonomika, SMP Nasional, dan SMK Ghama Caraka.

Smart parenting bertemakan "Parent UP : Pendidikan Karakter Ananda di Era Digital melalui Sinergi
Sekolah dan Orang Tua" menghadirkan nara sumber Dr. Yessy Yunita Sari, M.Pd dosen pasca sarjana Uhamka.

Menurut Direktur Pendidikan GDS, DR. KH Nurhamim MA. Acara Smart Parenting ini diselenggarakan rutin setiap tahun sejak 2013. Tujuannya untuk mensinergikan antara orang tua siswa dengan sekolah.

"Kita ingin pendidikan yang diberikan di sekolah juga bisa diterapkan dirumah, seperti kita melarang siswa merokok, dirumah pun para orang tua harus mengajarkan hal yang sama. Jadi kita sinergi," ujar Nurhamim saat ditemui diruang kerjanya.

Dikatakan, kegiatan ini wajib diikuti para orang tua siswa sekaligus sebagai ajang silaturahmi
bersama para wali murid."Bagi orang tua siswa yang tidak ikut kegiatan ini maka tidak bisa
mengambil raport anaknya. Kita perlu mendapat informasi dari orang tua terkait pola pendidikan
anak dirumahnya,"tuturnya.

Untuk memantau kegiatan anak di lingkungan rumah, kata Nurhamim, dilakukan kegiatan konseling
dengan para orang tua."Dari hasil konseling tidak pernah ada satu siswa GDS group yang terlibat
aksi tawuran di Kota Depok. Kita mendapat informasi dari orang tua sehingga pemantauan terhadap
anak menjadi sinkron," bebernya.

Dari hasil kegiatan smart parenting dan konseling, Nurhamim mengklaim sejumlah prestasi telah
diraih para siswa GDS dalam berbagai bidang. Bahkan siswa SMK GDS. 50 persennya sudah bekerja."Kita bekerjasama dengan sejumlah perusahaan, jadi ketika siswa lulus dan dibutuhkan oleh perusahaan maka bisa langsung kerja. Namun ada juga siswa yang melanjutkan kuliah," tutup Nurhamim.(ndi)

Operasi Gabungan minuman Keras ( Miras ) Kelurahan Limo

Depok ,  Pantau Terkini 

Penyakit masyarakat ( Pekat )salah satunya berupa minuman keras ( Miras ) tidak ada henti hentinya dilakukan operasi oleh Pemerintah Kota Depok melalui Satpol PP maupun pihak Kepolisian dan TNI, seperti yang terjadi di Kelurahan Limo Kecamatan limo Jumat 26 Oktober 2018 tepatnya dirumah Cholidi Tanjung jalan H.Midi II RT 002 RW 002 Kelurahan limo Kecamatan Limo Kota Depok.

Selaku Lurah Limo Danudi  Amin.SE menyampaikan " Menindak lanjuti laporan warga melalui ketua RT terindikasi ada penjualan miras dan pastinya meresahkan warga yang nantinya berujung kriminalitas,maka segera saya berkoordinasi dengan Babinkamtibmas dan Babinsa untuk dilakukan mekanisme penggrebekan saat ini juga  " ucap Danudi

" Kapolsek Limo Kompol ( Pol ) Iskandar .SH bertindak sigap segera meluncur bersama timnya ke lokasi target operasi , setelah melakukan pengamatan dan lainnya maka Kapolsek bersama tim langsung melakukan penggrebekan dan membuahkan hasil  target operasi dengan mirasnya tanpa berkutik " ungkap Danudi

" Adapun barang bukti ( BB ) yang disita berupa Bir Hitam dan Bir Putih, Anggur Merah dan Anggur Cap Orang Tua masih dalam kemasan botol sejumlah 97 Botol, barang bukti dan pemilik rumah Cholidi Tanjung diamankan dan dibawa ke Polsek Limo untuk diproses sesuai hukum " Papar Danudi

" Adapun turut serta dalam operasi gabungan ini Kapolsek Limo, Wakapolsek, Kanit Intel ,Lurah Limo, Jajaran Binmas dan Pospol, Unit Patroli, Babinsa Limo, Aparat Kamtib Kelurahan Limo " pungkas Danudi

Jika sinergitas sudah terjalin dengan baik bagi pemangku wilayah, maka peran dan partisipasi aktif dari warga dalam hal cegah dan tangkal ( Cekal )  akan berjalan dengan sendirinya untuk menjaga lingkungan dari gangguan gangguan yang akan membuat citra wilayahnya akan tercoreng ( koes - Kabiro Depok )

Satpol PP Lakukan Pengawasan Larangan Display dan Iklan Rokok di 374 Ritel

Satpol PP menurunkan iklan rokok di salah satu supermarket
Limo, Depok Terkini

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memperketat pengawasan pemasangan display dan iklan rokok di 374 ritel di Kota Depok.

Pengawasan itu dilakukan sesuai dengan surat edaran Walikota Depok No : 300/357-Satpol PP tentang larangan display penjualan rokok, mengiklankan dan mempromosikan rokok yang sudah didistribusikan sejak September 2018, ke ritel-ritel modern se-Kota Depok.

Satpol PP bersama Ketua LSM No Tobacco Community (NOTC), Bambang Priyono melakukan tindak lanjut pengawasan dan pembinaan guna melihat sampai sejauh mana ritel-ritel penjual rokok menjalankan surat edaran Walikota.

"Hari ini kita datangi seluruh ritel di setiap kecamatan untuk melihat apakah masih ada ritel yang belum menutup display dan iklan rokoknya. Jika ditemukan masih ada display dan iklan rokok maka dilakukan penindakan langsung menutup display dan iklan rokok tersebut," tegas Kepala Satpol PP Kota Depok, Yayan Ariyanto di Balaikota Depok, Selasa (23/102018)

Dalam pengawasan ritel tersebut,  kata yayan, pihaknya membagi tiga kelompok untuk melakukan penyisiran di tiga zona, yaitu zona timur wilayah Tapos, zona tengah wilayah Beji dan Pancoran Mas, serta zona barat wilayah Cinere dan Limo.

“Selain mendatangi, kami juga melakukan sosialisasi lagi terkait Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR),” katanya.

Sementara itu, Ketua LSM NOTC, Bambang Priyono mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam mengawal Perda KTR.

“Kami dari NOTC sangat mengapresiasi dan mendukung terus upaya yang dilakukan Pemkot Depok, karena larangan displai rokok di tempat-tempat penjualan ini diharapkan akan membantu dalam pengendalian konsumsi tembakau di Kota Depok,” pungkasnya.

Dari hasil pengawasan di zona barat yaitu sejumlah ritel di kawasan Kecamatan Limo. Ditemukan empat minimarket masih mendisplay dan mengiklankan rokok. Melihat pelanggaran itu, anggota Satpol PP langsung meminta penanggung jawab toko untuk menutup display rokok dan mencopot iklan rokok menggunakan bahan seadanya, seperti banner bekas dan kertas HVS.(ndi)

Pradi Tutup Turnamen Sepak Bola Pordek Cup 2018

Limo, Depok Terkini

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna secara resmi menutup turnamen Sepak Bola Pordek Cup tahub 2018 di Lapangan Sepak Bola Krukut, Kp Utan Jalan Masjid Darul Taqwa RT04/06, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Depok, Minggu (21/10/2018).

Penutupan dilakukan setelah digelar pertandingan grand final antara kesebelasan Kancil Borneo Tangsel melawan ADAC Cinere dengan skor 6-0 untuk kemenangan Kancil Borneo FC.

Hadir dalam penutupan tersebut Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Haris , anggota DPRD Depok, Camat Limo Hari Restu Gumelar, Danramil 07/Limo, Kapten Ema Suherman, Lurah Krukut, tokoh masyarakat, para donatur dan ratusan penonton.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar, Abdul Haris menilai turnamen ini luar biasa dan harus kita hargai. Masyarakat kelurahan Krukut Kecamatan Limo, Depok punya semangat untuk memajukan sepakbola.

"Ini harus kita hargai meskipun tidak memiliki fasilitas lapangan olahraga tetapi mampu menyelenggarakan kegiatan Turnamen Sepakbola yang banyak disaksikan masyarakat," ujar Haris usai penutupan turmanen sepak bola Pordek Cup 2018.

Ia mengatakan, jika turnamen ini didukung dengan fasilitas yang ada tentunnya prestasinya akan lebih baik dan berkembang, terlebih mereka masih muda muda.

“Secara umum kita punya potensi sumber daya manusia yang luar biasa, dengan penduduk yang mencapai 250 juta, masa tidak dapat membentuk tim Piala Dunia yang selalu kita impikan,” ungkapnya.

Terkait masalah fasilitas lapangan, Haris menyatakan akan berkoordinasi dengan Pemkot Depok apakah nantinya lapangan yang digunakan lokasi pertandingan dapat dijadikan sebagai Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum) warga.

“Ini sangat memungkinkan dan sudah semestinya perusahaan memperhatikan dan memberikan Fasos dan Fasum kepada masyarakat. Kita akan bicarakan ke Pemkot Depok dan nantinya diajukan ke pemerintah provinsi Jabar," pungkasnya.

Wakil Walikota Depok Pradi Supriyatna memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh unsur terkait atas terselenggaranya turnamen ini dengan tertib dan lancar.

"Saya apresiasi kepada panitia karena turnamen ini berjalan dengan tertib dan lancar. Saya yakin tahun depan hadiah buat pemenang semakin besar," ujar Pradi.

Menurutnya, lapangan olahraga menjadi salah satu sarana yang sangat penting dalam menunjang prestasi olahraga.

“Untuk membina prestasi jika dari sarana prasarana tidak mendukung bagaimana mau berkembang prestasinya?” ujar Pradi.

Diakui Pradi, banyak potensi yang luar biasa Kota Depok tapi akhirya tidak terbina dengan baik karena keterbatasan sarana prasarana.

Saat ini, kata Pradi yang menjadi permasalahan di Kota Depok adalah banyak sekali ruang terbuka seperti lapangan di tengah pemukiman penduduk tetapi milik swasta.

Dari itu, lanjut Pradi, pihaknya akan melihat aset mana yang menjadi milik pemerintah daerah, apakah sudah dibeli atau lahan tersebut merupakan Fasum dan Fasos warga masyarakat.

"Kita akan menginventarisir lahan-lahan tersebut termasuk lapangan Sepakbola Krukut ini," tandas Pradi.(ndi)

Demi Mewujudkan KLA, Bunda Elly Roadshow ke 11 Kecamatan

Limo, Depok Terkini

Ketua Tim Pengggerak (TP) PKK Kota Depok, Elly Farida melakukan roadshow ke 11 kecamatan yang ada di Kota Depok. 

Kunjungan Elly Farida yang biasa disapa Bunda Elly tersebut merupakan bagian dari tugasnya untuk memberikan rekomendasi dalam Lomba Kecamatan Layak Anak 2018 tingkat Kota.

“Limo menjadi Kecamatan ke-5 yang sudah dikunjungi kami. Kunjungan saya ini tujuannya untuk memberikan rekomendasi dalam meningkatkan semangat untuk mewujudkan Depok sebagai Kota Layak Anak. Intinya apa yang kurang harus ditingkatkan yang sudah baik harus diteruskan,” jelasnya usai memberikan materi ‘Ketahanan Keluarga’ saat Lomba Kecamatan Layak Anak 2018 tingkat Kota di aula Kecamatan Limo, Selasa (25/09/2018).

Dirinya menjelaskan, dalam perlombaan ini pihaknya berupaya menciptakan semangat kepada semua kecamatan untuk bergerak mewujudkan wilayah yang layak dan ramah anak. Dengan begitu, kecamatan dan kelurahan bisa turut mengajak warganya mewujudkan hal tersebut.

“Dari sini kita bisa menilai sejauhmana sisi keberhasilan dalam proses Depok menuju Kota Layak Anak untuk mewujudkan target Wali Kota Depok pada tahun 2021 bisa meraih predikat KLA. Untuk itu, kita bangun pondasi dari sektor yang paling bawah yaitu masyarakat,” jelasnya.

Ditambahkan Bunda Elly, poin penting dari perlombaan untuk kecamatan layak anak ini sebagai sarana tolak ukur dan uji untuk mengetahui pemahaman, refleksi dan implementasi setiap wilayah. Dengan begitu, komitmen mewujudkan daerah yang layak dan ramah anak akan lebih mudah diwujudkan.

“Saya tekankan KLA ini bukan untuk pemerintah. Namun untuk kita semua. Kita melindungi anak-anak untuk menciptakan generasi penerus yang baik,” pungkasnya.(ndi)

Pengusaha Diminta Berkolaborasi Bangun Kota Depok

H. Acep berdiskusi dengan para pengusaha di RM Gabus Pucung
Limo, Depok Terkini

Pembangunan di Kota Depok tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Depok saja. Namun, diperlukan kolaborasi dari seluruh stakeholder, termasuk dari para pengusaha untuk mendorong berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan pembangunan tersebut. Karena itu, melalui diskusi yang dikemas dalam "Ngopi Pagi" bareng pengusaha mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi demi mendorong kemajuan pembangunan di Kota Depok.

Penggagas acara ngopi bareng, H. Acep Al Azhari yang juga sebagai narasumber mengatakan, ngopi bareng menjadi agenda perdana guna menjajaki keinginan untuk mengkolaborasikan semua potensi yang dimiliki Kota Depok.

"Kita ingin tahu kekuatan dan potensi yang dimiliki Kota Depok. Di era digital ini tidak mungkin kita bekerja secara sendiri-sendi, tetapi harus berkolaborasi. Karenanya diskusi ini melibatkan tokoh pendidikan, kyai, anggota dewan, dan pengusaha guna memberikan masukan," kata H. Acep di RM Gabus Pucung, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Depok, Rabu (01/08/2018)

Dalam kesempatan itu, Acep meminta kepada para pengusaha agar dalam menjalankan bisnisnya tidak hanya mencari keuntungan semata, tetapi harus bisa menjadi pengusaha yang bermanfaat bagi umat di Kota Depok. Disisi lain, kata Acep, para pengusaha juga banyak mengalami kendala dalam menjalankan bisnisnya seperti masalah perizinan, padahal mereka ingin juga berkontribusi untuk Kota Depok.

Ngopi pagi bareng pengusaha di RM Gabus Pucung
"Kita cari tau apa saja kendala  sekaligus mencari solusinya. Kalau masalah perizinan berlarut larut biasanya permasalahan ada di pengusaha itu sendiri seperti kelengkapan administrasi. Intinya Pemerintah Kota Depok sangat mendukung," tegas Acep. 

Anggota DPRD Kota Depok, Hafidz Nasir menyambut baik acara ngopi bareng dari pengusaha. Sebagai legislatif butuh masukan dari para pengusaha, untuk dapat mewujudkan Depok sebagai kota yang unggul, nyaman, dan religius."Dari diskusi ini diharapkan ada bentuk rekomendasi sehingga bisa kita sampaikan kepada Pemerintah kota," kata Hafidz.

Adapun berbagai macam keluhan dari pengusaha, Hafidz menilai telah terjadi hambatan komunikasi antara pelaku usaha dan birokrasi khususnya bagian perizinan. "Sebagai wakil rakyat kita akan fasilitasi dan cari solusinya agar para pengusaha bisa bertemu dengan bagian perizinan sehingga bisa diketahui apa permasalahannya. Kita cari solusinya," tutup Hafidz.(ndi)

Puluhan Pelajar SMK Antusias Ikuti Pelatihan Jurnalistik di SMK Ghama Caraka

para siswa serius menyimak materi pelatihan jurnalistik
Limo, Depok Terkini

Sedikitnya 75 pelajar dari tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Depok antusias mengikuti pelatihan jurnalistik yang di gelar media lokal Kota Depok di SMK Ghama Caraka, Jalan Raya Pramuka, Kelurahan Grogol,Kecamatan Limo, Depok, Sabtu (21/04/2018).

Pelatihan jurnalistik dibuka Kepala Sekolah SMK Ghama Caraka, Muhammad Kasih Kurniawan, dengan menghadirkan nara sumber para wartawan senior anggota PWI Kota Depok.

"Pelatihan jurnalistik bagi para pelajar sangat penting untuk pembentukan karakter siswa agar tidak mudah menerima berita-berita hoax dari medsos," ujar Kasih.

foto bersama usai pelatihan jurnalistik di SMK Ghama Caraka
Menurut dia, pemahaman tentang jurnalistik ini akan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kehandalan dan profesionalisme. Basis kekuatan kompetensi para siswa-siswi bukan hanya dari guru-guru produktif di sekolah. Melainkan juga harus didapat dari praktisi di media.

Dirinya sangat mendukung pelatihan jurnalistik ini dan semoga dapat memunculkan pelajar yang terinspirasi dan ikut menjadi bagian dari jurnalis profesional di masa yang akan datang." Secara pribadi, saya mendukung penuh Pelatihan Jurnalistik Pelajar dan mengucap banyak terima kasih kepada para nara sumber,"ungkapnya Kasih Kurniawan.

Siti salah satu siswi SMK Ghama Caraka mengaku senang mengikuti pelatihan jurnalistik karena dapat menambah wawasan terkait pembuatan berita."Saya dapat tambahan ilmu dari para wartawan tentang jurnalistik. Ilmu ini akan saya terapkan di sekolah untuk membuat berita di majalah dinding," tandas Siti.

Usai pelatihan para siswa menerapkan ilmu yang didapat dengan praktek membuat berita.(ndi)

Pradi Minta Rencana Pembangunan Kecamatan Jangan Keluar dari RPJMD

Pradi Supriatna saat membuka musrenbang kecamatan Limo
Limo, Depok Terkini

Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna meminta agar dalam pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan tidak keluar dari Rencana Jangka Panjang dan Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok tahun 2016-2021.

"Saya berharap program yang diusulkan dalam musrenbang tidak keluar dari RPJMD, karena targetnya sesuai dengan masa jabatan Walikota dan Wakil Walikota Depok,"kata Pradi saat membuka Musrenbang Kecamatan Limo di aula kantor kecamatan Limo, Depok, Senin (29/01).

Menurut Pradi, musrenbang kecamatan merupakan bagian penting dalam proses rencana pembangunan untuk meningkatkan partisipasi masayarakat dalam pembangunan serta menindaklanjuti perencanaan yang lebih partisipatif dan aspiratif. Kebijakan perencanaan tahun 2018 telah mengalokasikan pagu indikatif prioritas pembangunan kelurahan sebesar Rp.2 milliar. Anggaran tersebut diusulkan untuk pembangunan infrastruktur, pemerintahan sosial dan ekonomi.

"Semua usulan Musrenbang diinput dalam sistem e-planning “RKPD online” dan divalidasi oleh camat,"ungkapnya.

Pradi menjelaskan, RKPD online menjadi media untuk penginputan usulan hasil Musrenbang Kelurahan. Aplikasi itu sebagai bagian dari implementasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan dan bersih. Sehingga masyarakat bisa melihat dan menyampaikan saran terkait pembangunan di Kota Depok.

“Sekarang sudah ada e-planning, jadi semua bisa terlihat. Karenanya ketepatan alokasi anggaran dan lokasi atau peruntukan kegiatan menjadi point utama dalam penilaian kinerja." Semoga Musrenbang ini bisa menghasilkan sebuah perencanaan yang smart berdasarkan skala prioritas,” tutur Pradi.

Camat Limo Dedi Rosadi mengatakan hasil musrenbang ini akan diperjuangkan hingga tingkat kota. Anggaran pembangunan yang dialokasikan untuk Kecamatan Limo tahun 2018 ini sebesar 18 Milyar untuk empat kelurahan, yakni Kelurahan Krukut Rp.3,4 Milyar, kelurahan Grogol Rp.6 Milyar, kelurahan meruyung Rp.3,5 Milyar, dan kelurahan Limo Rp.5 Milyar.

"Hanya bidang kesehatan dan pendidikan yang tidak di intervensi di musrenbang ini. Karena itu, kami mohon anggota dewan bisa mendorong sehingga kegiatan di kecamatan Limo bisa tercapai khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan. Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua,"tutup Camat Limo.

Musrenbang kecamatan Limo dihadiri Danramil 07/Limo Kapten Eman, Kapolsek Limo, Anggota DPRD dapil Limo, para Lurah, LPM, Tomas, Toga, pemuda dan PKK.(ndi)

PPWK Minta Siswa Baru Waspadai Idiologi Komunis

Limo, Depok Terkini

Tim Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Kesbangpol Kota Depok mengingatkan kepada ratusan siswa baru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 13 Depok mewaspadai bahaya laten komunis yang saat ini mulai menampakkan diri.

"Kalian harus waspada terhadap komunis, saat ini sudah banyak bermuncula logo palu arit. Jangan mudah terpengaruh oleh orang yang menawarkan kaos berlogo palu arit,"tegas Ketua PPWK Kota Depok Dadang Wihana saat memberikan materi wawasan kebangsaan pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SMP Negeri 13, kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Depok, Selasa (18/07).

Selain kaos berlogo palu arit, Dadang juga meminta kepada siswa untuk berhati-hati dengan adanya aplikasi handphone yang berlogo palu arit."Hindari aplikasi yang berlogo palu arit. Idiologi negara kita adalah Pancasila. Siswa harus hafal dengan Pancasila,"tegas Dadang.

Dadang juga menjelaskan tentang keberagaman budaya, suku dan agama dengan mencontohkan berbagain suku dari para siswa, seperti Betawi, Minang, Makasar, dan Jawa."Walaupun berbeda suku, agama dan budaya kita tetap satu. Jaga toleransi dan persatuan," pinta Dadang.

Para siswa diminta juga untuk menghargai bendera merah putih yang merupakan hasil perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan."Merah Putih harus tertanam dalam jiwa para generasi muda. Hargai bendera merah putih,"tegasnya.

Selain mendapatkan materi wawasan kebangsaan, para siswa juga mendapatkan sosialisasi tentang pencegahan pelecehan seksual dari Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok.


Para siswa dikenalkan tentang empat bagian tubuh yang tidak boleh disentuh kecuali oleh ibu kita sendiri yaitu mulut, dada, perut sampai bokong dan bagian belakang.

"Kebanyakan anak-anak masih awam terkait pelecehan beberapa bagian tubuh mereka yang tidak boleh disentuh orang lain. Mungkin menurut mereka itu sesuatu hal yang biasa seperti dirangkul dan sebagainya. Namun ketika itu menjadi suatu yang mengkhawatirkan seperti pelecehan harus segera diantisipasi,"jelas dr Yulia selaku Kabid Perlindungan anak DPAPMK Kota Depok.

Ia juga menekan kepada para siswa jika ada yang melakukan empat hal itu selain ibu, laporkan saja kepada guru atau polisi." Saya mencoba agar anak-anak berani apabila melihat sesuatu atau merasakan sesuatu yang janggal untuk melaporkan, minimal kepada orang terdekat,"ungkapnya.

Yulia berharap dengan sosialisasi ini, kasus-kasus kekerasan terhadap anak di Kota Depok bisa diminimalisir.

" Kasus kekerasan pada anak itu seperti fenomena gunung es, yang terjadi itu tidak kelihatan. kadang muncul kadang hilang. Karena itu sosialisasi ini sebagai suatu proses pencegahan secara preventif bagi anak-anak."tandasnya.(ndi)

Ratusan Warga Limo Rame-Rame Bawa Sampah ke Kantor Kecamatan

Limo, Depok Terkini

Ratusan pasangan suami istri dari enam kelurahan di kecamatan Limo beramai-ramai membawa sampah ke Kantor Kecamatan Limo, Depok, Sabtu (1/04/2017). Aksi tersebut dilakukan warga dalam kegiatan Longmarch Sapu Kampung memeriahkan HUT ke-18 Kota Depok.

"Kegiatan sapu kampung itu perjalanan dari masing masing wilayah kelurahan sambil memungut sampah menuju kantor kecamatan Limo. Sampah itu dikumpulkan di kecamatan, selanjutnya dari kecamatan warga menuju lokasi festival Limo yang memamerkan produk UMK dari masing-masing kelurahan,"ujar Camat Limo Dedi Rosadi kepada Depok terkini.

Dedi menambahkan kegiatan longmarch dalam rangka HUT ke-18 Kota Depok ini mengambil tema "Depok kota ramah keluarga" artinya kegiatan sapu kampung diikuti oleh pasangan suami istri dari seluruh kelurahan di Kecamatan Limo.

Walikota Depok Mohammad Idris berterima kasih kepada seluruh warga kecamatan Limo yang turut berkreasi dan berinovasi dalam rangka memeriahkan HUT ke-18 Kota Depok.

"Baru kecamatan Limo yang mengadakan kegiatan dalam bentuk bersih-bersih jalan dan festival kecamatan dalam rangka HUT Depok,"kata Idris sebelum melepas peserta longmarch menuju festival limo.

Menurutnya, aksi bersih sapu jalan sangat mendukung dalam penilaian adipura yang saat ini masih berlangsung di sejumlah titik di Kota Depok."Kita masih dalam penilaian dan pemeriksaan kementerian lingkungan hidup dalam rangka adipura, apakah Depok layak atau tidak untuk meraih adipura,"ungkap Walikota.

Saat ini, kata Idris, nilai adipura Kota Depok masih berada di angka 73, sedangkan nilai minimal meraih adipura adalah 74."Masih kurang satu poin lagi, namun demkikian saya bangga dengan prestasi dan semangat masyarakat untuk menjadikan Depok menjadi kota yang aman dan nyaman. Termasuk kerjasama dengan Polsek dan Koramil untuk memajukan Depok. Orang Depok harus tetap menjaga kondusifitas wilayahnya sesuai arahan Kapolsek dan Danramil,"pungkas Idris.(ndi)

Koperasi Soliamitra Gelar RAT ke-27 Tahun Buku 2016

Limo, Depok Terkini

Koperasi Soliamitra yang beranggotakan 3402 orang menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-27 Tahun Buku 2016 di halaman gedung grosir KUD Soliamitra Jalan Raya Limo No 40, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Depok, Selasa (28/03/2017).

Kegiatan RAT Tahun 2016 ini merupakan agenda tahunan, juga dirangkai laporan pertanggung jawaban pengurus disertai bazar sembako murah dan pemberian doorprice.

Menurut Ketua Koperasi Soliamitra, Suharno. RAT ini diselenggarakan secara rutin setiap tahun dan merupakan kewajiban koperasi sesuai dengan Undang-Undang No 17 tahun 2012.

"RAT ini sifatnya wajib, koperasi soliamitra menggelar RAT tidak lebih tiga bulan setelah tutup buku,"ujar Suharno.

Sedangkan tujuan RAT, kata Suharno, membahas laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas serta membahas agenda kerja untuk Tahun Anggaran 2017."Saya berharap seluruh anggota berperan aktif dalam RAT ini. Usulan anggota sangat diperlukan,"harapnya.

Suharno juga menginformasikan bahwa pengurus telah memberangkatkan tiga anggota umroh secara gratis. Dirinya juga meminta perhatian dari Pemerintah Kota Depok terhadap keberadaan koperasi di Kota Depok."Perhatian Pemkot Depok belum banyak berpihak kepada koperasi, padahal kita butuh konsultasi dan bimbingan dari pemerintah sehingga bisa membangun koperasi di Depok,"terangnya.

Sementara itu, Camat Limo Dedy Rosadi mengatakan banyak manfaat dalam RAT sebagai wahana dan evaluasi kegiatan tahun 2016."Saya apresiasi karena ditengah persaingan usaha, KUD Soliamitra masih mampu bertahan dan mengembangkan usahanya. Semoga dengan RAT ini dapat terus mempertahankan kinerja secara konsisten,"tandas Dedy.

Hadir dalam RAT tersebut, Perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM, Dadang Djauhari, Perwakilan pengurus Dekopinda Kota Depok, AKP Bambang Winarno, pembina Koperasi Soliamitra serta ratusan anggota.(ndi)

Wow..Peringatan Tahun Baru Islam Tingkat Kota Depok Meriah

Limo, Depok Terkini

Memperingati pergantian tahun baru Islam 1438 Hijriah, pemerintah kota Depok menggelar Gebyar Muharram yang dikemas dalam Nada dan Dakwah di lapangan Pemuda, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Depok, Jum'at (21/10)

Gebyar Muharram yang dipadati ribuan warga Depok itu di meriahkan sejumlah artis ternama yaitu Ayu Ting Ting, Band Debu, Dangdut Familys, serta kyai Kondang Zein Rafig.

Hadir dalam acara tersebut Walikota Depok Mohammad Idris, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, Dandim 0508/Depok Letkol Inf Slamet Supriyanto, Ketua MUI Depok, anggota DPRD Depok, para OPD, para Camat, Lurah, tokoh masyarakat serta tokoh agama.

Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan bahwa gebyar muharram ini digelar untuk mengenalkan serta menyadarkan umat Islam di Kota Depok bahwa Islam juga punya cara dalam merayakan tahun baru yaitu tahun baru hijriah. Oleh karena itu, pemerintah kota Depok sengaja menggelar tahun baru Islam dengan segebyar gebyarnya.

"Kita gelar segebyar ini, dimana sebelumnya telah dilaksanakan gebyar muharram di tingkat kelurahan dan kecamatan. Gebyar ini akan kita buat seperti MTQ dan rutin setiap tahun dilaksanakan di lokasi berbeda di setiap kecamatan,"jelas Idris.


Walikota menjelaskan, dana kegiatan gebyar muharram ini bersumber dari APBD perubahan pada tahun 2016, ditambah dana CSR sponsor dari telkomsel, zakat sukses, dan lainnya. Selain itu, diadakan pula pemberikan santunan kepada 1000 anak yatim yang disponsori zakat sukses.

" Satu anak yatim menerima santunan sebesar Rp.200ribu hingga Rp 300 ribu,"ungkap Idris.

Walikota berharap dengan gebyar muharram ini dapat dijadikan pemicu bagi masyarakat untuk
melakukan perubahan ke arah lebih baik lagi.

" Demikian juga dengan instansi pemerintah juga harus lebih baik dari sebelumnya,"harap Walikota.

Kyai Zein Rafiq mengaku baru kali pertama melihat peringatan tahun baru Islam semeriah di Kota Depok."Saya kaget juga, peringatan tahun baru Islam di Depok sangat meriah, baru kali ini saya melihat dan hanya ada di Depok. Semoga berkah dan bisa mewujudkan Kota Depok yang religius,"tandasnya.(ndi)